Fadel Muhammad: Mayoritas Fraksi Golkar Tidak Setuju Penunjukan Aziz Syamsuddin Sebagai Ketua DPR

Politisi senior Partai Golkar, Fadel Muhammad (dok. KM)
Politisi senior Partai Golkar, Fadel Muhammad (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Surat Setya Novanto yang mengundurkan diri dari 2 jabatan, yakni sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar dan kemudian menunjuk Aziz Syamsudin sebagai penggantinya di kursi Ketua DPR mendapat kritikan dari sejumlah petinggi Partai Golkar.

“Pada prinsipnya kami kader-kader Golkar yang ada di Fraksi Partai Golkar di DPR tidak setuju dengan kesewenang-wenangan dari pada benerapa orang atau kelompok untuk mengadakan penggantian Pimpinan DPR RI dalam waktu yang sangat singkat,” ujar politisi Partai Golkar, Fadel Muhammad.

Mantan Menteri Kelautan itu menambahkan kalau dirinya sudah mendengar hal itu dari beberapa teman di DPP. Dirinya sebagai salah satu anggota Dewan Pembina tidak diundang rapat bersama Aburizal Bakrie, padahal menurutnya, keharusan itu tertuang dalam AD/ART partai.

“Padahal pada waktu pertemuan DPP dengan Dewan Pembina, pak Idrus bersama pak Aburizal Bakrie, saat itu kami ikut hadir, dan mengatakan apabila ada pergantian pimpinan di lembaga tinggi negara akan dibicarakan dengan para anggota,” tutur Fadel, Senin 11/12, Gedung Nusantara 2, Senayan, Jakarta.

“Ini sewenang-wenang dan membuat suasana tidak bagus. Saya pribadi berpendapat sebaiknya hal ini diselesaikan secara internal Partai Golkar,” imbuhnya.

“Saya juga sudah dengar pendapat teman-teman yang lain, bahwa hal ini sebaiknya diselesaikan oleh teman-teman di Golkar dulu, baru dibicarakan di tingkat Pimpinan atau Badan Musyawarah [DPR],” ujar Fadel.

“Selain itu kita tetap fokus pada agenda sidang paripurna hari ini yang sudah disetujui, yakni pembahasan mengenai UU Palang Merah dan penutupan masa sidang tahun 2017-2018,” lanjut Anggota DPR ini.

“Mayoritas Fraksi Golkar Tidak Setuju”

“Terkait dalam proses sidang nanti, tentang penandatanganan tidak setuju, sudah lebih dari setengah dari 91 orang anggota, ada yang berhalangan 6 orang, dan saya kira sekitar 60-an sudah,” tandas Fadel.

Fadel menjelaskan bahwa mulai dari fraksi sampai sekretaris semuanya sudah menandatangani penolakan atas penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR. “Pak Agus Gumiwang, ini semua sudah, cuman Robert Ketua Fraksi tidak,” lanjut Fadel.

Ketika ditanyakan wartawan apakah pihaknya menolak sosok Aziz atau prosedurnya, Fadel mengatakan bahwa pihaknya menolak kedua-duanya. “Dua-duanya, namun yang paling utama banyak ke prosedurnya,” kata mantan Gubernur Gorontalo ini.

“Golkar ini partai besar, kita mau prosesnya itu dilaksanakan dengan baik, dan dapat dipertanggungjawabkan, acountable, jangan serta merta seperti ini,” sambungnya.

“Partai Golkar ini terbuka, harus dibicarakan terbuka di DPP dan di depan Dewan Pembina, jadi ada prosedurnya jangan serta merta begitu,” pungkas Fadel.

“Kami sudah mempersiapkan untuk menolak di Paripurna, karena ada dua kubu masing-masing, dua kubu yang berbeda,” terangnya.

Terkait calon untuk Ketum Golkar, Fadel menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih mempersiapkan Munaslub dulu. “Mungkin tanggal 19-21 ini sudah Munaslub, baru kita ambil keputusan,” ucap Fadel.

Merespon dugaan bahwa penolakan Aziz karena kedekatannya dengan Setya Novanto, Fadel menampik dugaan itu. “Tentunya prosesnya tidak benar, dan ini organisasi bukan milik Setnov pribadi,” tegas Fadel.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*