RS Medika Dramaga Bantah Lalai dalam Menangani Masitoh, Aktivis Tuding ada Pembiaran

Rumah sakit Medika Dramaga (KM STOCK)
Rumah sakit Medika Dramaga (KM STOCK)

BOGOR (KM) – Pelayanan dan penanganan pasien Almarhumah Masitoh sudah “secara serius” dilaksanakan pihak Rumah Sakit (RS) Medika Dramaga (RSMD). Hal tersebut diaku oleh kepala IGD di RSMD Dwi Putra saat ditemui kupasmerdeka.com, Senin 11/12/2017.

“Rujukan yang dikeluarkan Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Medika Dramaga kepada pasien Almarhumah Masitoh sudah sesuai, serta adanya permintaan dari keluarga pasien untuk pindah ke RS yang lebih lengkap,” jelas Dwi.

“Pasien [Almh. Masitoh] masuk di ruang IGD sekitar pukul 06.00 WIB, kami menangani sesuai dengan standar dan prosedur kedokteran, namun penyakit yang diderita tidak bisa secara keseluruhan RSMD tangani karena ada beberapa alat teknis tidak tersedia.”

“Atas dasar inilah serta adanya permintaan pihak keluarga agar segera dirujuk ke RS yang memiliki kapasitas untuk menangani pasien,” kata Dwi.

“Pukul 14.00 WIB kami mengeluarkan rujukan kepada keluarga pasien agar segera dipindah RS, kami merujuk beberapa RS yang memiliki kapasitas untuk menangani pasien.”

“Akan tetapi kami tidak tahu apakah di RS tersebut ada ruang untuk menanganinya, jadi kami kembalikan kepada pihak keluarga untuk mengurusnya,” tambahnya.

Dwi menuturkan, terkait kritik dan pemberitaan adanya penanganan yang tidak manusiawi karena tidak tersedianya supir ambulan, ini “sangat salah”.

“Dalam prosedur kami sudah menyiapkan ambulan, adapun supir jika memang urgensi akan segera siap, tapi karena kami belum dapat kabar dari keluarga pasien akan dipindah kemana, ini yang menjadi permasalahan sebenarnya,” katanya.

“Hingga pada akhirnya pasien menghembuskan nafas pada pukul 15.55 WIB, bukan karena permasalahan pelayanan ambulan,” tutur Dwi.

Sementara itu, di tempat berbeda, aktivis mahasiswa dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor Iyan Sopiansyah mengatakan bahwa tidak semestinya pihak RSMD membiarkan keluarga pasien untuk mengurus sendiri dalam kondisi saat itu. “Dalam pandangan saya jika memang pihak RS Medika Dramaga sudah mengeluarkan surat rujukan, seharusnya jangan membiarkan keluarga pasien terlunta-lunta mencari RS, surat rujukan seharusnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan hingga selesai,” ucap Iyan, Senin 11/12.

“Sangat jelas ada pembiaran dan kelalaian dari RSMD, sudah ada proses penanganan pasien dari pukul 06.00 WIB hingga akhirnya surat rujukan keluar pukul 14.00 WIB, tapi hanya sekedar surat, sedangkan kemana pindahnya atau dirujuk ke RS mana tidak jelas, malah meminta pihak keluarga yang mengurus,” ketusnya.

“Ini jelas sekali pembiaran dan kelalaian RS Medika Dramaga, ditambah persiapan supir yang tidak standby, dengan alasan libur,” kata Iyan.

“Kami mahasiswa akan pertanyakan ini kepada pihak RS Medika Dramaga, jika tidak merespon dan tidak dapat mengklarifikasi secara jelas, kami segera akan melakukan langkah-langkah yang lebih tegas dan kongkrit kepada RS Medika Dramaga,” tegasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*