BNK Aceh Timur Beri Penyuluhan Pemberantasan Narkoba Kepada 300 Tokoh Agama

ACEH TIMUR (KM) – Maraknya  penyimpangan perilaku generasi muda akibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang kian meningkat. Hal itu dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini, karena pemuda yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf.
Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum remaja usia pelajar, yakni berkisar usia 11-24 tahun.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru dan masyarakat  harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Hal tersebut dijelaskan Sekretaris Badan Narkotika Kabupaten Aceh Timur M. Amin ketika pihaknya mengadakan acara Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN)  kepada 300 Imam Gampong, Kepala Dusun dan para Teungku Dayah di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

“Upaya yang lebih kongkrit yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin,” katanya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun akhirnya mereka jalani.

“Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, para tokoh agama dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasi dengan baik,” katanya. 

Acara sosialisasi ini sendiri berlangsung selama 3 hari sejak  19 hingga  21 Desember 2017 di Aula Kantor Camat Peurlak Kota (19/12/17), Aula Gedung SKB Idi (20/12/17) dan Aula Kantor Camat Julok (21/12/17). Menghadirkan para narasumber dari unsur Kemenang, Akli Zikrullah, Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Iptu Hendra Gunawan dan KBO Sat Narkoba, Ipda Deni Albar, Kasi Pidum Kajari Aceh Timur, T. Tarmizi dan unsur Kesehatan dr. H. Fikry.

Ketua BNK Aceh Timur, Syahrul bin Syama’un,  yang juga Wakil Bupati Aceh Timur melalui Sekretaris BNK, M. Amin, yang juga merupakan Kepala Kesbangpol  Aceh Timur mengatakan, pemerintah daerah Aceh Timur “sangat antusias”  terhadap upaya penanggulangan dampak bahaya narkoba. Terus menerus berusaha melakukan pencegahan dan pemberantasan bahaya narkoba di tengah-masyarakat, mengingat Aceh Timur saat ini sudah berada pada level darurat narkoba, dan menjadi nomor satu dalam hal peredaran narkoba jenis sabu, begitu juga dalam hal penegakan hukum, Aceh Timur menjadi nomor satu dalam hal penanganan kasus narkoba. 

Menurut kasat Kasat Narkoba Polres Aceh Timur melalui KBO Sat Narkoba Ipda Deni Albar, sejauh ini di Kabupaten Aceh Timur hanya ada BNK, padahal kehadiran BNN “sangat dibutuhkan”, mengingat Aceh Timur adalah pintu masuknya narkoba saat ini untuk Sumatra dan Indonesia. 

“Bahkan dalam hal pengungkapan kasus narkoba kita juga menjadi peringkat satu untuk Aceh dan itupun berkat kerjasama antara masyarakat dan pihak Kepolisian dalam pengungkapan kasus narkoba,” jelasnya. 

Berbagai upaya sudah dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk dapat membentuk BNN dan menggantikan BNK, yang ruang lingkup kerjanya masih sangat terbatas dan tidak memiliki wewenang apapun dalam hal pemberantasan peredaran narkoba dan hanya sebatas penyuluhan bagi para pelajar, tokoh pemuda dan para tokoh agama. Oleh karena itu, menurut M. Amin, Bupati Aceh Timur, H. Hasballah bin H.M. Thaib telah melayangkan surat kepada BNN Pusat agar di Aceh Timur bisa berdiri Badan Narkotika Nasional secepatnya,  mengingat status Aceh Timur adalah darurat narkoba, bahkan Pemkab Aceh Timur sudah menyediakan lahan untuk didirikan Kantor BNN di Aceh Timur.

“Jadi kita selama ini setiap tahunnya hanya bisa melaksanakan sosialisasi secara gencar terhadap masyarakat, akan tetapi belum bisa melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi. Oleh sebab itu harapnya, kepada masyarakat untuk bisa bekerjasama dalam hal pemberantasan Narkoba yang jelas-jelas mudharatnya sangat besar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: rils/Raz
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*