AMPB Tolak Rencana Kenaikan Tarif PDAM Tirta Kahuripan

(dok. KM) (dok. KM)

BOGOR (KM) – Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) menolak keras rencana kenaikan Tarif PDAM Tirta Kahuripan. Hal tersebut disampaikan oleh Ruhiyat Sujana di sela-sela Diskusi Temu Pelanggan yang dilaksanakan di Hotel Cibinong II 28/12. Kenaikan Tarif PDAM Tirta Kahuripan, rencananya dilakukan pada awal tahun 2018.

“Rencana tersebut sangatlah jelas melukai rakyat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, sempat terjadi adu argumentasi saat aktivis AMPB Ali Taufan Vinaya menanyakan kepada Dirut PDAM mengenai kisruh pelayanan PDAM di Perumahan Sentul City.

“Kasus Sentul City adalah bukti ketidakmampuan PDAM Tirta Kahuripan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan ini terjadi sudah puluhan tahun. Negara harus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanannya. Kalau anda tidak mampu melakukan itu, lebih baik anda mundur,” ujar Ali.

Perdebatan panas tidak berlangsung lama, karena langsung ditengahi oleh ketua Panpel Budi S. Burhanudin. Dalam pernyataannya, Dirut PDAM mengaku siap untuk memfasilitasi dan membahas secara utuh persoalan mengenai masalah KWSC dan PDAM.

Di tempat terpisah, Iman Sukarya, Sekjen AMPB dalam pesan WA nya menyampaikan bahwa rencana kenaikan tersebut tidak elok dilakukan dalam kondisi masyarakat seperti saat ini.

Ia mempertanyakan bantuan dan subsidi yang selama ini diberikan oleh Pemkab Bogor. Selain itu, ia juga meminta kepada para Anggota DPRD, khususnya Komisi yang membidangi masalah itu untuk menolak rencana tersebut. “Anggota Dewan harus mengambil sikap, dan tidak boleh diam saja,” tegasnya.

Reporter : ATV
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*