Tertimpa Batu Longsor dari Tambang Kapur, Kakek Tewas Mengenaskan

BOGOR (KM) – Nasib malang menimpa Ukay (62), warga Kampung Sindanglengo RT02/RW03, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Bapak paruh baya tersebut tewas usai kepalanya tertimpa batu yang menggelinding di lokasi pertambangan limstone di lahan milik Perhutani.

Saat itu pada siang sekitar pukul 12:00 WIB korban yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak miliknya itu tertimpa bongkahan batu limstone yang jatuh dari atas tebing tidak lama diduga setelah terjadi ledakan dengan menggunakan dinamit oleh penambang batu kapur di sana.

Salah satu anaknya Endin Komarudin (35), mengatakan bahwa korban hendak mengambil rumput untuk hewan ternaknya, namun nahas, tiba-tiba tebing bekas ledakan milik penambang batu kapur terjadi longsor dan langsung mengenai badan korban hingga seketika tewas dengan kondisi kepala terputus.

“Saya sedang berada gunungputri dan mendapat kabar bahwa bapak saya meninggal tertimpa longsoran batu limstone. Menurut warga lainnya, saat itu bapak saya sedang mengambil rumput tepat dibawah tebing batu limestone. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba dari atas tebing ada bongkahan batu limstone yang jatuh dan menimpanya. Karena datangnya mendadak, bapak saya tidak sempat menyelamatkan diri, dan saat itu juga tewas, dengan kondisi bagian kepalanya terputus dari badannya,” ungkapnya.

Dirinya membeberkan, bahwa pihak pemilik tambang batu limstone tersebut belum ada datang ke rumahnya. “Palingan setelah beres proses pemakaman bapak saya baru mereka datang, tapi kalo tidak datang ya kita yang datangi,” ujarnya.

Menurut keterangan anaknya dan warga lainnya, lokasi dimana korban tewas tertimpa reruntuhan batu dari pertambang limestone tersebut merupakan longsoran sisa bekas ledakan menggunakan dinamit beberapa hari yang lalu. Dimana lokasi tersebut tiga hari lalu dirazia oleh aparat karena menggunakan bahan peledak dalam melakukan kegiatan pertambangan.

“Lokasi longsoran pertambangan batu limestone masuk Desa Nambo berbatasan langsung dengan Desa Klapanunggal,” terangnya.

Jatuhnya batu limestone kemungkinan diduga akibat adanya sisa getaran yang disebabkan oleh dinamit saat terjadi peledakan bongkahan batu limestone, sehingga ada batu yang terjatuh.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Klapanunggal, AKP Adhimas Sriyono Putra menjelaskan, Ukay tertimpa limstone saat mengambil rumput untuk hewan ternaknya, ketika berada di bawah bukit yang dipenuhi batu limestone bekas galian para penambang, tiba-tiba bongkahan batu ambruk dan langsung mengenai bagian kepala korban.

”Kejadiannya sekitar pukul 12.30 siang, tepatnya di Kampung Bagog, di lokasi yang menjadi tempat galian para penambang limestone, saat kejadian cuaca hujan dan korban sedang mengambil rumput untuk hewan ternaknya, tanpa ada sebab terjadi longsor dan ambruk lalu menimpa korban yang ada di bawahnya,” kilah Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek membantah bahwa saat kejadian sedang ada aktivitas penambangan bongkahan batu limstone yang menggunakan bahan peledak jenis dinamit. “Antara keluarga korban dengan pengelola tambang limstone sudah mediasi dan memberikan ganti rugi,” katanya.

“Saat kejadian tidak ada aktivitas apapun, tidak ada peledakan yang menggunakan dinamit, atau korban sedang mengambil batu limestone, itu murni hanya kecelakaan. Termasuk pihak keluarga korban juga tidak menuntut ke pihak perusahaan penambang, semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” imbuhnya.

Reporter: Yudhi/red
Editor: HJA

1 Trackback / Pingback

  1. KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*