Refly Harun: Mangkir dari Panggilan KPK, Blunder Besar bagi Setnov

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (kanan)

JAKARTA (KM) – Ketua DPR Setya Novanto kembali dipanggil KPK setelah memenangi peraperadilan terkait kasus e-KTP.
Menurut pakar Hukum Tata Negara Refli Harun, kalau Ketua DPR Setia Novanto berlindung pada pasal 245 UU MD3, “saya kira tidak tepat, karena tidak ada alasan Setnov mangkir dari panggilan.”

“Karena sebelum maupun sesudah proses Judicial Review oleh MK, ketentuan izin itu tidak berlaku untuk tindak pidana khusus karena sebelum adanya Judicial Review ijin itu diberikan oleh MKD dan ijin itu diberikan oleh presiden menurut putusan MK,” ucap Refli usai diskusi publik di press room DPR RI, Nusantara 3 Senayan Jakarta.

Refli menambahkan, kasus korupsi adalah tindak pidana khusus, bahkan dilabeli sebagai extraordinary crime.

“Jadi tidak ada alasan bagi ketua DPR  untuk mangkir dari pemeriksaan KPK, apalagi kita tau bahwa KPK dalam melaksanakan tugasnya berbekal UU khusus, UU yang selama ini dipakai,” katanya. 

“Jadi menurut saya, kalau Setnov mangkir dalam panggilan KPK, KPK bisa memaksa karena melanggar kewajiban hukumnya.
Tapi menurut saya yang paling elegan bagi Ketua DPR adalah memenuhi panggilan itu,” tandasnya.

“Jadi datang untuk memberikan keterangan adalah sikap yang gentle dan memberikan contoh yang baik,” lanjutnya. 

Selain otu, menurut Refly, mangkirnya Setnov dari panggilan KPK merupakan blunder.

“Saya kira sangat blunder dan menurut saya staf-stafnya tidak membaca ini secara cermat. Tapi terlepas dari hal itu, soal perdebatan seperti ini saya kira ketua DPR harus memberikan contoh yang baik… Saya kira publik diberikan tontonan yang membuat  kita semua tertawa. Misalnya ya berawal kejadian sakit, dari rangkaian-rangkaian kejadian itu membuat publik pasti akan bertanya dan tertawa.”

“Walaupun kita tidak bisa menuduh lanjut Refli Tapi rangkaian peristiwa yang disajikan membuat publik bertanya-tanya dan tertawa,” ungkap pakar Hukum Tata Negara itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*