Pantai Ulee Lheue Dijadikan Ikon Wisata, Ini Harapan Nasir Djamil

Kunjungan Nasir Djamil, Fahri Hamzah dan Aminullah Usman saat berkunjung ke Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa 31/10 (dok. KM) Kunjungan Nasir Djamil, Fahri Hamzah dan Aminullah Usman saat berkunjung ke Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa 31/10 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Anggota DPR-RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, mengharapakan agar pantai Ulee Lheue bisa menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Banda Aceh. Hal tersebut disampaikan Nasir di sela-sela pelepasan para peserta “Fun Walk Banda Aceh 2017” bersama dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, yang juga didampingi Walikota Banda Aceh Aminullah Usman di pantai Ulee Lheue Banda Aceh, Selasa (31/10/2017) kemarin.

Nasir menyampaikan harapannya agar selain wisata bangunan dan wisata sejarah, wisata pantai juga harus digarap serius dan ditata sedemikian rupa sehingga akan menjadi salah satu ikon wisata kota yang memiliki nilai keindahan tersendiri.

“Kota Banda Aceh selama ini memang terkenal dengan ikon wisata sejarah dan wisata religinya, namun saya kira pantai Ulee Lheue juga tidak kalah menarik dibandingkan dengan objek-objek wisata lainnya, tinggal bagaimana kita menata dan memperindah kawasan tersebut,” ungkap politisi PKS itu.

Menurut anggota DPR RI yang juga mantan wartawan ini, pantai Ulee Lheue yang di lokasi itu juga terdapat pelabuhan penyeberangan Banda Aceh-Sabang tentu setiap hari dilewati oleh banyak orang, khususnya para wisatawan dari luar Aceh dan mancanegara yang ingin ke Sabang. Maka menurutnya Pemkot Banda Aceh harus bisa memoles dan menata kawasan tersebut agar tampak lebih indah, sehingga akan memiliki daya tarik dan akan jadi bahan perbincangan setiap wisatawan yang melewatinya.

“Kalau ini bisa dipoles dan ditata dengan indah, saya kira ini akan jadi ikon baru pariwisata Kota Banda Aceh. Apalagi di sini kan ada pelabuhan yang setiap hari orang lalu-lalang menuju Sabang, kalau saja ada wisatawan luar yang datang dan mereka terkesan, tentu ini akan jadi bahan perbincangan di luar sana dan bisa jadi akan menarik lebih banyak lagi orang datang ke Banda Aceh,” pungkas Nasir.

Selain itu, menurut Nasir, karena Aceh pernah mengalami musibah yang maha dahsyat yaitu gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 lalu, maka harus diakui salah satu daya tarik wisatawan datang ke Kota Banda Aceh adalah untuk melihat langsung lokasi atau wilayah yang terkena dampak dari tsunami tersebut.

Oleh karena itu menurut Nasir, selain reruntuhan bangunan dan landscape kota yang rusak, tentu wilayah pantai yang merupakan area yang bahkan berubah total akibat terkena dampak musibah dahsyat tersebut akan menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi. “Dalam hal ini Pantai Ulee Lheue adalah bukti nyata akan kedahsyatan musibah itu, maka tentu pantai Ulee Lheue adalah lokasi yang tepat untuk dikunjungi,” katanya.

“Banyak wisatawan luar yang hadir ke Banda Aceh ini untuk melihat situs tsunami. Rata-rata dari mereka adalah para wisatawan rohani, dalam artian mereka ingin hadir ke Banda Aceh untuk merasakan dan kemudian menghayati secara langsung bagaimana dahsyatnya musibah tersebut dengan melihat bekas area yang rusak akibat musibah itu,” demikian tutup Nasir.

Reporter: Najmi
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*