KUPAS KOLOM: Menuju Persatuan Nasional

Oleh Ipunk Satriani*

Indonesia yang strategis serta kaya sumber daya alam selalu menjadi target penguasaan imperialisme, dengan mengubah sistem, mengendalikan pemerintahan agar kepentingan mereka terlindungi di dalam negeri.

Kekuasaan mereka diletakkan di atas politik devide et impera, politik pecah belah bangsa Indonesia, dengan memanfaatkan media massa, sesama anak bangsa diadu domba, diprovokasi agar saling menghantam, sampai lupa bahwa imperialisme-lah musuh sesungguhnya.

Imperialisme menjerat bangsa Indonesia agar tetap dalam kemunduran dan tergantung kepada mereka.

Menanamkan ke alam pikir bangsa Indonesia, bahwa kita bangsa lemah dan mereka lebih hebat.

Mereka mengatakan kepentingan bangsa Indonesia sejalan dengan mereka, kita dapat keuntungan seperti royalti, pajak, industrialisasi, infrastruktur, lapangan kerja, padahal itu omong kosong.

Imperialisme adalah musuh nyata, cita-cita Proklamasi harus dimenangkan kembali!

Persatuan nasional, konsentrasi kekuatan, apapun latar belakang politik serta aliran, dengan menempatkan kepentingan nasional, kepentingan bersama di atas kepentingan Partai maupun golongan, adalah jalan melepaskan diri dari cengkeraman imperialisme itu. 

Membangun sistem pendidikan yang mengedepankan pembangunan bangsa dan karakter kebangsaan.

Menanamkan kepercayaan diri, percaya kepada kekuatan sendiri, jiwa berdikari di kalangan bangsa Indonesia.

Membangun kesetaraan dengan negara manapun, dengan azas persahabatan serta perdamaian dunia, itupun bisa tercapai jika kita bebas dari imperialisme.

Masihkah kita akan ribut sendiri, sampai hancur lebur di tengah sorak sorai kaum imperialis itu?

Salam Gotong Royong!

*Sekjen GEMA PERKASA INDONESIA
(Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat dan Bangsa Indonesia)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*