Kaukus Perempuan Parlemen Gelar Konsolidasi Nasional untuk Tingkatkan Partisipasi Politik Perempuan

Politisi PAN Ammy Amalia Fatma Surya (stock)
Politisi PAN Ammy Amalia Fatma Surya (stock)

JAKARTA (KM) – Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) yang terbentuk mulai dari tingkat nasional hingga provinsi dan Kabupaten Kota menjadi cita-cita bersama guna efektivitas kerja dan penguatan perempuan parlemen di seluruh Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPR Ammy Amalia dalam acara Konsolidasi Nasional 3 dengan tema “Meningkatkan Representasi Politik Perempuan di Parlemen pada Pemilu 2019” di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kompleks DPR RI Senayan Jakarta, Rabu 15/11.

Dalam kesempatan itu Ketua SC Kaukus Perempuan Parlemen sekaligus anggota DPR itu mengatakan dalam Konsolidasi Nasional ini, keterwakilan perempuan pada hasil Pemilu era reformasi menunjukan adanya peningkatan yang signifikan, tetapi pada hasil Pemilu tahun 2014, baik di DPRD maupun DPR mengalami penurunan, baik di tingkat Nasional maupun Daerah.

“Elit partai politik sebagai penentu kebijakan internal, masih sedikit yang menempatkan perempuan di posisi strategis. Akibatnya, berbagai kebijakan seringkali luput untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan kader perempuan,” terang Ammy.

Imbasnya, partai politik sering kerepotan memenuhi ketentuan minimal 30 persen calon perempuan dalam pemilu.

Konsolidasi Nasional Perempuan Parlemen kali ini merupakan yang ketiga, setelah terlaksana pada tahun 2008 dan 2012. Selama dua hari, para perempuan parlemen akan merumuskan strategi bersama dalam upaya meningkatkan representasi perempuan pada Pemilu Legislatif 2019.

Selain itu, para perempuan parlemen pun akan diberi pembekalan melalui serangkaian workshop paralel dengan tema yang relevan dengan pemilu, seperti manajemen kampanye, komunikasi politik, dan pengawasan suara.

Ammy menegaskan, “dalam acara selanjutnya,turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dalam konsolidasi nasional ini, antara lain Presiden Joko Widodo, [Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak] Yohana Yembise,  Puan Maharani, [Ketua KPU] Arief Budiman dan tokoh-tokoh nasional lainya,” sambungnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*