Kasihan, Masih Ada Warga Kota Bekasi Tinggal Di Gubuk

Rumah yang ditempati kakek Namin di Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi (dok. KM) Rumah yang ditempati kakek Namin di Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Kota Bekasi merupakan wilayah yang mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan infrastruktur dengan julukan ‘Kota Metropolitan’. Namun sangat disayangkan, perkembangan pembangunan tersebut belum dimaksimalkan pada bidang lainnya seperti kesejahteraan masyarakat.
Seperti yang dialami oleh kakek Namin atau Narin, warga RT002/RW04 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, yang hidup dalam keadaan yang memprihatinkan, tinggal di rumahnya yang seperti gubuk. Dengan berdinding bilik bambu sampai berlantaikan tanah merah, sejak belasan tahun silam kakek tersebut belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumahnya dari pemerintah setempat.

Tingkat Kelurahan merupakan ujung tombaknya roda pelayanan pemerintahan daerah, karena bersentuhan langsung terhadap masyarakat. Sebagus apa pun program kepala daerah pada jangka pendek, menengah hingga jangka panjang, jika tak diimplementasikan oleh bawahannya di tingkat Kelurahan, maka program tersebut tidak maksimal dan akan selalu tersendat tak mencapai targetnya.

Dalam rutinnya rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Setempat, sama sekali rumah kakek Namin tidak disebutkan dalam usulan perbaikan rumahnya yang masuk pada program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Candra Gunawan, warga Jatisampurna, membeberkan informasi bahwa ketua RT setempat berupaya di tahun ini akan diusulkan. “Ketua RT meminta saya untuk melihat kondisi tempat tinggal milik kakek Namin, ternyata kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ungkapnya, Senin (27/11/2017).

Dalam kondisi kakek Namin yang hidup prihatin, Candra berharap kepada pemerintah untuk lebih peduli terhadap kebutuhan masyarakatnya.

“Saya berharap kakek Namin mendapatkan haknya sebagai warga Kota Bekasi, yaitu kesejahteraannya dalam hal ini mendapatkan bantuan perbaikan Rutilahu. Mungkin kakek tersebut canggung untuk meminta tolong, tapi kan ada pihak Kecamatan maupun Kelurahan hingga tingkat bawahnya, dalam hal ini merupakan tingkat pemerintahan dibawah seharusnya secara langsung diwilayahnya dapat menjalankan program pembangunan pada roda pemerintahan,” pungkasnya.

Terpisah melalui seluler, Camat Jatisampurna, Abi Hurairah, mengatakan kaitan pendataan rutilahu sedang berjalan ditiap tingkat kelurahan Jatisampurna.

“Insya Allah, di tahun 2018 akan saya perintahkan kepada lurah Jatiraden untuk menjadi skala prioritas pembangunan rutilahu milik bapak Namin,” tegasnya.

Reporter: Yud/red
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*