GAP Gelar Pelatihan Relawan Tanggap Bencana

Pelatihan Pemuda Relawan Tanggap Bencana yang diadakan oleh LSM GAP, Sabtu 11/11 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – LSM Generasi Aceh Peduli (GAP) bekerjasama dengan Dispora Aceh mengadakan pelatihan relawan bencana dengan mengangkat tema “Pemuda Relawan Tanggap Bencana”.
Adapun kegiatan ini dihadiri oleh PMI Aceh, RAPI Aceh dan SAR Aceh selaku pemateri. Beberapa komunitas dan lembaga yang mengikuti diantaranya KRC KAMMI Aceh dan Forum Aceh Menulis (FAMe) sebagai peserta acara yang diselenggarakan di Aula PKBI Aceh, lantai 2, Sabtu (11/11/2017).

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Aceh Peduli (LSM GAP), Burhanuddin memberi apresiasi tinggi kepada Dispora Aceh yang telah membantu terselenggaranya kegiatan pemuda relawan tanggap bencana ini.

Cekbur juga menyampaikan bahwa informasi ini penting untuk diketahui oleh masyarakat terkait bagaimana peran pemuda dalam menanggulangi dan menanggapi terhadap bencana alam/sosial di daerah masing-masing.

“Resiko bencana tidak bisa dihindari tetapi bisa dikurangi. Harapannnya kita mampu meningkatkan kualitas diri dalam tindakan untuk menghindari terjadinya bencana itu sendiri,” kata Cekbur.

Cekbur menambahkan ada tiga bencana yang sedang terjadi di lingkungan kita, yaitu bencana alam, bencana sosial dan bencana karena ulahnya sendiri (manusia).

“Semoga kita menjadi orang yang terdepan dalam hal penanganan bencana di lingkungan sekitar kita,” harap Cekbur.

Sementara salah satu pemateri dari PMI Aceh, Subhan Fajri menyampaikan bagaimana cara menangani kebencanaan alam di Aceh yang pernah dilakukan oleh PMI Aceh.

“Kita ada 1300 relawan Palang Merah Indonesian (PMI) di Banda Aceh yang sudah siap dilatih di setiap daerah. PMI sudah ada relawan di tingkat desa siaga bencana. Tingkat desa sudah beberapa orang direkrut dan selalu mudah dalam menggerakkannya di lapangan,” ujar Subhan. 

Palang Merah Indonesia Wilayah Aceh siap menerima relawan untuk bergabung dengan catatan untuk ikut pembekalan selama 120 jam. Dengan adanya pembekalan yang dibuat oleh LSM Generasi Aceh Peduli sangat bermanfaat agar generasi muda bisa tanggap bencana di semua sisi kebencanaan di Aceh.

“Peran pemuda harus selalu konsisten dalam melakukan kegiatan kemanusiaan agar selalu mengedepankan nilai sosial yang terjadi di masyarakat,” imbuh Subhan.

Sementara Suryacandra Nasution juga menyampaikan hal yang sama.

“Kita tidak tahu kapan terjadinya bencana. Tapi kita harus siapkan diri kapan terjadinya bencanal, harus siap siaga, dan sudah tahu apa yang dilakukan saat terjadinya bencana itu,” kata Surya.

Sementara Supriyadi dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menyampaikan materi tentang komunikasi tanggap darurat.

“Dalam komunikasi harus menguasai ketentuan yang berlaku. Mengetahui kode etik komunikasi. Lalu mengetahui peraturan/regulasi  (internasional, nasional atau organisasi), juga mengetahui komunikasi umum. Seorang operator radio harus bisa melakukan apa saja,” katanya

Supriyadi menambahkan, “RAPI sendiri bila menerima berita akan mengolah terlebih dahulu beritanya. Setelah itu disimpulkan. RAPI bukan menangani korban tapi tugasnya komunikasi. Yang menindaklanjuti itu adalah Tim SAR,” ungkapnya

“RAPI adalah sistem komunikasi darurat, baik itu bencana alam, bencana sosial dan bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia seperti kebakaran, dan lain sebagainya. Seseorang yang dalam musibah itu jangan panik. Bila apapun terjadi, maka sampaikanlah informasi dengan baik. Tugas RAPI adalah komunikasi kepada pihak keamanan baik itu lapor ke polisi maupun ke rumah sakit,” demikian katanya.

Reporter: Najmi
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*