[FOTO] Warga Geram Pohon Jadi Tumbal Kampanye Visual

Warga mencabut spanduk kampanye Bakal Calon Bupati Bogor di Jalan Raya Puncak (dok. KM)
Warga mencabut spanduk kampanye Bakal Calon Bupati Bogor di Jalan Raya Puncak (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jelang Pilkada Bogor 2018, para bakal calon terus bergerilya, bersosialisasi dan membuat pernyataan di beberapa media dan juga bersosialisasi lewat pemasangan baliho atau spanduk yang terpasang di ruas-ruas jalan raya.

Namun di balik itu menyisakan cerita miris dan ironis, salah satunya pemandangan tak elok terlihat di sepanjang Jalan Raya Puncak, dimana tidak sedikit para bakal calon Bupati yang menumbalkan pohon sebagai alat kampanye visual dengan cara memaku dan mengikat banner atau spanduk foto para bakal calon ini.

Masalah ini pun hangat diperbincangkan di grup WhatsApp Masyarakat Bogor Selatan beberapa minggu terakhir ini, karena di dalam grup WA tersebut juga terdapat beberapa bakal calon Bupati Kabupaten Bogor serta tim sukses para  bakal calon.

Salah satu warga yang juga blogger di Puncak, Salim, AP mengatakan, “Peggunaan pohon sebagai alat untuk menopang media peraga kampanye mereka dengan cara dipaku adalah tindakan bodoh.” 

“Selain utamanya merusak pohon juga merusak estetika pemandangan, mereka menjual tagline kampanye kalimat membangun, mensejahterakan, dan memajukan. Tapi faktanya jika kampanye saja mereka sudah merusak pohon lalu apa yang mau dibangun, disejahterakan, dimajukan? Dibangun, disejahterakan, di majukan kerusakannya begitu maksudnya,” geram Salim, Rabu (15/11). 
Kalau demikian, lanjut Salim, “mereka para cabub/bacabub yang posternya dipaku di pohon bisa dipastikan adalah calon pemimpin yang besar kemungkinannya hobi berbohong.”

“Kita tahu kan contoh seperti iklan sedot wc, badut sulap mendominasi kerusakan dengan cara dipaku di pohon-pohon yang berada di sepanjang jalur puncak. Miris rasanya pohon-pohon itu jadi korban kerakusan politik mereka,” jelas pria yang akrab disapa Chakil ini.

Dalam diskusi grup WA itu sendiri terpantau ada beberapa bakal calon yang terlihat mulai mencabut spanduknya di pohon melalui tim suksesnya, namun ada juga yang masih tidak mengindahkan masalah ini.

Kadis Lingkungan Hidup Pandji Sastriadi juga angkat bicara. Ia mengatakan, sambil mengunggah foto peraturan UU penyelenggaraan reklame, akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penertibannya.

“Saya ucap kan terima kasih kepada pejuang lingkungan dalam pesan di grup WA Masyarakat Bogor Selatan,” singkatnya.

Namun ketika dimintai tanggapan lebih lanjut via Whatsapp, Pandji tidak merespon.

Reporter: Bule
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*