Ace Sumanta Bentuk Pertemuan Bulanan Budayawan Bogor

BUdayawan Bogor yang hadir pada acara BUdayawan Bogor yang hadir pada acara "Ngawangkong Budaya Kanggo Leumah Cai" di Kota Bogor, Sabtu 25/11/2017 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Budayawan Bogor Rd. Ace Sumanta menggagas pertemuan bulanan Ngawangkong Budaya Kanggo Leumah Cai. Pertemuan semacam itu sudah sering dilakukan oleh budayawan yang mendapatkan Original Record Indonesia (ORI) ini, yang ia terima di Bandung di hadapan Wakil Gubernur Deddy Mizwar dan Kepala Disparbud Jabar serta ratusan budayawan beberapa waktu lalu.

Orang yang giat dan kerap muncul di ranah seni, budaya, literasi dan sosial kemasyarakatan ini tak mengenal kata capek, menyerah dan diam. “Saya menganggap mencerdaskan kehidupan bangsa melalui hal-hal yang positif adalah ibadah,” ujarnya di sela acara Ngawangkong.

Kegiatan yang melibatkan banyak tokoh budaya, akademisi, pustakawan, guru dan sejarawan ini sangat istimewa. Dilaksanakan di Saung Budaya Raden Saleh di wilayah Empang, Kota Bogor, Sabtu 25/11, tampak turut hadir dan memberikan apresiasinya Kepala Disdik kota Bogor, H. Fahrudin.

Fahmy, sebutan akrab dari Fahrudin, sengaja meluangkan waktunya setelah upacara Hari Guru, untuk turut mambahas perihal pendidikan karakter. “Sekolah diwajibkan melaksanakan kegiatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal,” katanya yang masih lengkap berseragam PGRI.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Selain mengacu pada UU Sisdiknas no. 20/2003, juga Permendikbud no. 79/2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013, bahkan Disdik Kota Bogor jauh lebih maju dan sudah ada Peraturan Walikota Bogor no. 31/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter Ngabogor pada Satuan Pendidikan Kota Bogor. Perwali itu sebagai dasar hukum atau regulasi bagi penyelenggara sekolah-sekolah, khususnya di Kota Bogor.”

“Tentu saja, garis besar yang dituangkan bisa menghasilkan kualitas siswa-siswi, perubahan perilaku, kearifan lokal dan cerdas sebagai program Arena Juara (Aman, Religius, Nasional, Amanah dan Jujur, Unggul, Ramah dan Agamis),” jelasnya.

“Selaras dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal yakni [Silih] Asih, Asah dan Asuh yang tentu saja hasilnya sangat positif dan selalu mawas diri, berusaha untuk berbuat baik dan selalu ingin prestasi untuk keberkahan,” bebernya yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Dari pertemuan itu akan dibentuk tim penulis buku panduan pendidikan karakter. Ketua penggagas yang juga penyair Ace Sumanta mengaku “tidak akan menyia-nyiakan” peluang yang disediakan Kepala Disdik Kota Bogor itu.

Hadir pula dalam acara budayawan itu tokoh seperti sejarawan Rahmat Iskandar, Rd. Mastanudjiwa, Dedy Roamer Ps dan juga puluhan seniman, budayawan dan praktisi.

Reporter: M egy
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*