Tokoh dan Ormas Pidie Jaya Minta Agar Penyelenggara Pilkada “Jaga Netralitas”

Diskusi FGD yang digelar Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya bersama tokoh dan ormas tentang Pilkada, Rabu 11/10 (dok. KM) Diskusi FGD yang digelar Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya bersama tokoh dan ormas tentang Pilkada, Rabu 11/10 (dok. KM)

PIDIE JAYA, ACEH (KM) – Badan Kesbangpol Aceh menggelar diskusi bersama Kesbangpol Pijay yang diselenggarakan di Aula Sekdakab Kabupaten Pidie Jaya dengan mengangkat tema “Pilkada dan Konflik Sosial”, Kamis (12/10/2017).

Dr. Effendi Hasan, Wakil Dekan I Fisipol Unsyiah yang juga mantan Presiden Mahasiswa IAIN / UIN Ar-raniry Banda Aceh tampil sebagai pembicara tunggal dalam acara Forum Grup Diskusi (FGD) itu.

Effendi dalam diskusinya menyampaikan, Pilkada itu harusnya seperti pertandingan bola, yang setelah selesai maka para calon/kontestan saling berjabat tangan. “Sumber konflik pilkada pasti ada, seperti intimidasi, netralitas pertahanan, money politics yang sering beredar sama orang Aceh dan lain sebagainya,” tuturnya.

“Kita berharap lahirnya pemimpin itu seperti Umar bin Abdul Aziz dan juga seperti Umar bin Khatab. Sholat tahajud di tengah malam dan jadi singa pada ketika siang untuk mengalahkan mangsanya untuk mewujudkan daerah yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur demi mewujudkan Aceh Hebat,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh Mahdi Efendi, melalui Kabid Ketahanan Ekonomi Sosbud dan Ormas, Kahar Muzakkir yang disampaikan oleh Kasubbid Ormas Kesbangpol Aceh Musmulyadi,  menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi keretakan-keretakan di tengah masyarakat terkait pilkada mendatang.

“Pilihan dan pandangan boleh saja berbeda akan tetapi persatuan dan kesatuan bangsa tetap harus terjaga, perdamaian yang sudah kita gapai wajib pula kita jaga, dalam hal-hal diatas, ormas merupakan salah satu komponen yang sangat strategis untuk bersama-sama kita menjaga persatuan dan kesatuan,” cetusnya.

“Aceh sudah berhasil mewujudkan Pilkada Gubernur dengan baik dan membantah berbagai prediksi. Kita berharap Pilkada di Kabupaten Pidie Jaya juga berjalan dengan baik dan lancar dan menghasilkan pemimpin yang visioner untuk mensejahterakan masyarakat Pidie Jaya,” lanjutnya.

Peserta dari Balai Syura Ureung Inong Aceh Kabupaten Pidie Jaya, Ulfa, berpendapat bahwa tindakan hukum yang tegas harus dilakukan kalau penyelenggara berkampanye sedangkan mereka adalah orang yang menyelenggarakannya.

“Sosialisasi sangat perlu diberikan kepada si pemilih dan diharapkan agar pemerintah betul-betul mengawal ini dengan baik agar benar-benar Pilkada menjadi berkualitas,” ungkapnya.

Safrizal, salah seorang peserta, juga menyampaikan agar aparat keamanan juga mengawal dengan ketat Pilkada di Pijay. “Ya harus sama juga seperti Pilkada Gubernur yang lalu,” katanya.

Di akhir diskusi, Musmulyadi selaku pemandu acara menyampaikan rangkuman diskusi, yakni dorongan agar rekrutmen penyelenggara dilaksanakan secara betul-betul profesional, netralitas penyelenggara, apalagi pengamanan yang profesional dan proporsional. ASN/PNS harus menjaga netralitas agar tidak terlibat langsung dalam politik praktis.

“Agar Pilkada berjalan dengan baik maka ormas harus mengambil peran bahwa mewujudkan Pilkada yang berkualitas adalah tanggung jawab bersama. Dan dari FGD tersebut juga ada catatan-catatan tertentu diantaranya sosialisasi ke pemilih dan juga kepada para kontestan,” tutupnya.

Reporter: Ariandy
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*