PKS: Lomba Baca Kitab Kuning untuk Kokohkan Akidah “Ahlus Sunnah wal Jamaah”

JAKARTA (KM) – Puncak Milad Fraksi PKS DPR RI diselenggarakan hari ini bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10). Puncak acara ditandai dengan kegiatan Final Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Nasional ke-2 yang dipusatkan di Gedung Markaz Dakwah DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Acara lomba itu dilanjutkan dengan seremoni peringatan Milad Fraksi dan penyerahan piala/hadiah bagi pemenang lomba-lomba turnamen futsal santri, badminton, dan kitab kuning.

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, dalam sambutan pembukaan lomba mengatakan, “Lomba Baca Kitab Kuning ini adalah kedua kalinya yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS. Alhamdulillah seperti tahun lalu lomba ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.”

Acara tersebut diikuti 1094 peserta dari berbagai pesantren di 16 provinsi.

“Tentu kami mengapresiasi partisipasi ini dan menunjukkan ghirah pembelajaran Kitab Kuning yang luar biasa di kalangan generasi muda,” kata Jazuli.

Jazuli kembali menegaskan, bahwa sejak Indonesia merdeka satu-satunya Fraksi di DPR yang menyelenggarakan lomba baca Kitab Kuning hanya Fraksi PKS, dan “ini menunjukkan kesungguhan dan kecintaan PKS terhadap ulama dan tradisi intelektual Islam yang diajarkan di pesantren-pesantren. Lebih dari itu, lomba ini adalah sarana mengokohkan akidah ahlus sunnah wal jamaah,” tegas Jazuli.

Lebih lanjut, Anggota Komisi I DPR yang fasih bahkan hafal sejumlah kitab kuning ini menjelaskan terperinci tujuan diadakannya lomba ini. 

“Pertama, untuk menumbuhkan kecintaan kepada ulama, kyai, habaib karena mereka berjasa dalam menerangi jalan umat untuk memahami ajaran Islam. Inilah peran ulama sebagai warosatul anbiya atau pewaris para nabi.”

“Kedua, untuk mendorong generasi muda Indonesia agar cinta dan mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an dan bahasa khasanah keilmuwan/intelektual Islam yang orisinal. Dengan demikian, lomba ini sekaligus mendorong intelektualitas di kalangan generasi bangsa.”

“Ketiga, dan ini yang terpenting, lomba ini sebagai ikhtiar untuk semakin mengokohkan akidah ahlus sunnah wal jamaah. Lomba ini wujud nyata, PKS sejak didirikan berakidah ahlus sunah wal jamaah dan tidak berubah sampai kapanpun bahkan semakin mengokohkannya dalam kehidupan umat Islam di Indonesia,” terangnya. 

Jazuli pun mengajak dan berharap kepada generasi muda, termasuk kader dan simpatisan PKS untuk mencintai ulama dengan menghidupkan karya-karya klasik mereka. Hari Santri yang sudah ditetapkan sebagai Hari Nasional hendaknya dijadikan momentum untuk kebangkitan umat di Indonesia.

“Fraksi PKS akan terus berjuang sekuat tenaga agar selalu menjadi yang terdepan dalam melayani dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Untuk itu berbagai langkah dan terobosan terus kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut,” terangnya. 

Anggota Komisi I ini lalu memaparkan berbagai program Fraksi lainnya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta agar rakyat semakin dekat dengan PKS. Ada program “Hari Aspirasi Rakyat” yang mengundang rakyat untuk menyampaikan pengaduannya secara langsung kepada Fraksi PKS. 

Ia juga memaparkan sejumlah RUU yang diinisiasi oleh Fraksi PKS di DPR, yang menurutnya “pro rakyat dan pro ummat”.

“Antara lain RUU Kewirausahaan Nasional, RUU Ketahanan Keluarga, dan RUU Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok, RUU Minuman Beralkohol. Fraksi PKS juga konsisten menolak kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi, Tarif Tenaga Listrik (TTL), serta harga-harga kebutuhan pokok lainnya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Termasuk menolak kebijakan importasi dan penjualan aset-aset penting negara yang tidak mendorong kemandirian nasional,” jelas politisi itu. 

Hadir dalam acara peringatan Milad ke-13 Fraksi PKS ini, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Ketua Fraksi PKS di MPR Tifatul Sembiring yang juga menyampaikan sambutan, jajaran pimpinan dan anggota Fraksi PKS.

Tamu undangan yang hadir antara lain Sekjen Partai Gerindra sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR Ahmad Muzani, Mantan Ketua DKPP Jimly Asshidiqie, perwakilan ormas-ormas Islam (MUI, Al-Irsyad, Mathlaul Anwar) dan ormas-ormas kepemudaan.

Reporter: Indra Falmigo 
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*