PII Aceh Kecewa Terhadap Tindakan Asusila Oknum Cleaning Servis RSUZA

Logo PII

BANDA ACEH (KM) – Dalam beberapa hari belakangan ini, masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh digemparkan dengan kasus yang tak biasa. Pasalnya rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat pasien menggantungkan harapan menjadi tempat terjadinya pelecehan seksual, Senin (16/10/2017).
Aksi pelecehan seksual diduga dilakukan SR (19) terhadap pasien RSUDZA sesaat setelah menjalani operasi THT. Pelajar Islam Indonesi (PII) dalam hal ini ikut mengecam perbuatan tidak senonoh tersebut dan meminta pihak berwajib menangani hal ini sebaik mungkin.

“Kami para pelajar Aceh sangat mengecam perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh pelaku dan berharap pihak berwajib dapat menangani hal ini dengan baik, supaya tidak ada pihak yang dirugikan, baik itu secara moril,” ungkap Ikhsan Azhar ketua Umum PW PII Aceh.

Upaya permintaan maaf dilakukan oleh pihak RSUDZA dinilai belum menjadi penyelesaian masalah, justru RSUDZA dan perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing yang menyodorkan tenaga kerja kontrak di rumah sakit tersebut terkesan memandang sepele kejahatan seksual yang telah terjadi.

“Kami kecewa dengan sikap dari RSUDZA, dalam hal ini korban yang masih remaja akan mengalami trauma secara psikologis, jika hanya permintaan maaf maka tidak akan menimbulkan efek jera atau bahkan nantinya akan bermunculan kasus-kasus pelacehan dirumah sakit lainnya,” tambahnya.

Selain itu sebagai tanggung jawab moral selain permintaan maaf pihak RSUDZA melalui kebijakan direksi juga sudah menindak pelaku dan menegur pihak rekanan penyedia tenaga kerja.

Yang diperlukan korban tidak hanya tanggung jawab moril, akan tetapi pihak RSUDZA ikut mengusut tuntas kasus pelecehan ini, mengingat posisi RSUDZA di Aceh khususnya dan untuk kembali menumbuhkan kepercayaan masyarakat Aceh kembali kepada RSUDZA.

“Supaya kasus pelecehan dalam bentuk apa pun tidak terjadi lagi kedepan dan kami para pelajar sangat mengharapkan pihak berwenang dapat segera mengusut kasus tidak senonoh ini supaya tidak berlarut larut,” papar Ikhsan.

Reporter: Ariandy
Editor: HJA 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*