PAN Yakin Menang di Pemilu  2019

Waketum PAN Hanafi Rais beserta petinggi PAN lainnya memberikan keterangan pers usai pendaftaran partai itu di KPU, Jumat 13/10 (dok. KM)

 JAKARTA (KM) – Menjelang pertarungan politik antar parpol untuk mengusung calon masing-masing pada Pemilu 2019 mendatang, hari ini parpol mulai berdatangan mendaftarkan diri ke KPU.

Untuk masa pendaftaran KPU sendiri akan berakhir pada tanggal 16 Oktober 2017. Sebelum batas masa berakhir yang sudah ditetapkan KPU, peserta harus sudah melengkapi berkas-berkas dan dokumen yang menjadi syarat mutlak peraturan KPU.

Hari ini, Partai Amanat Nasional (PAN), mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019 di KPU, berikut menyerahkan berkas dan dokumen persyaratan pemilu.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Hanafi Rais mengungkapkan dalam keterangan persnya bahwa PAN sudah memenuhi dan memberikan seluruh persyaratan Pemilu yang telah ditetapkan KPU.

“Meskipun dalam tahapan awalnya mengalami kesulitan dalam pengisian data di SIPOL, Alhamdulillah selesai juga,” ujar Hanafi dalam keterangan persnya di Gedung KPU, Jumat 13/10. 

Lebih jauh kata Hanafi, “kami terus melakukan penilaian dan evaluasi atas syarat-syarat pemilu, sehingga syarat yang ditetapkan dalam pendaftaran sudah dapat terpenuhi dengan baik,” sambungnya.

“Kami juga mengecek baik fisik dan non fisik kelengkapan data-data, karena kami gak ingin terlihat masih ada kekurangan,” ujar Hanafi.

Hanafi menegaskan, “kami datang dan mendaftar sebagai peserta pemilu dengan harapan Pemilu 2019 dapat berjalan damai, aman dan tertib. Kami juga hadir sebagai partai yang memberikan kesejukan dan kedamaian dalam masyarakat, sehingga Insya Allah pada 2019 nanti, kami dipercaya mengemban amanat rakyat untuk menjadi partai pemenang.”

Hanafi meyakini di 2019 nanti partainya akan menjadi pemenang Pemilu. Dalam kesempatan itu pula, Hanafi yang mewakili seluruh jajaran PAN meminta kepada KPU untuk dapat menjaga data-data peserta pemilu dengan sangat ketat dari segala macam bentuk kejahatan, terutama cyber crime.

“Karena ini sifatnya big data, maka kalau gak ketat rawan disalah gunakan,” lanjutnya.

Terkait mengenai siapa sosok yang akan dicalonkan PAN di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti, putra Amien Rais itu tidak ingin berkomentar banyak. Menurutnya, PAN masih fokus untuk pemenangan di pemilihan kepala daerah Pilkada serentak 2018 dan penetapan parpol oleh KPU pada 17 Februari 2018.

“Belum, nanti usai penetapan peserta pemilu oleh KPU, baru kita umumkan,” jelas Hanafi.

Dalam kesempatan itu, Hanafi didampingi oleh, Sekretaris Jendral (Sekjen) PAN, Eddy Suparno, Bendahara Umum Nasrulloh, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Soni Sumarsono dan Saleh Daulay, dan Anggota Komisi VII dari Fraksi PAN Primus Yustisio.

Terkait Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat, Sekjen PAN Eddy Suparno mengatakan, sekarang PAN masih menjalin komunikasi dan membuat strategi dengan parpol lain, terutama partai yang berada di “poros tengah”.

“Kami menginginkan kandidat yang dicalonkan berasal dari kader PAN,” ujar Eddy Suparno.

Ia juga menegaskan, pihaknya juga memberikan pilihan politik yang lebih beragam kepada masyarakat Jabar. “Kami merasa harus memberikan nama-nama alternatif selain nama-nama yang sudah lebih dahulu dicalonkan oleh parpol lainnya. Nama-nama yang akan dicalonkan PAN dalam pilkada di Jabar diantaranya Aa Gym, Desy Ratnasari dan ketua Kadin Jabar Agung Suryamal.” 

“Kita sudah melakukan pembicaraan kepada nama-nama tersebut sehingga dapat mengerucut,” harap Eddy Suparno.

PAN juga melakukan komunikasi dengan seluruh anggota DPD dan DPC karena PAN berkomitmen akan mencalonkan kadernya sendiri, tetapi harus menguatkan konsolidasi intenal.

“Mudah-mudahan dari daerah yang kami usung, PAN dapat sukses,” harapnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*