KPAI: Banyaknya Kasus Tunjukkan Rendahnya Perlindungan Anak di Bogor

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (stock)
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (stock)

JAKARTA (KM) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut prihatin terkait berbagai kasus pelanggaran hak anak di Kota Bogor.

“Seperti kasus gladiator yang menewaskan ananda HL, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak TK Mexindo, kasus tawuran yag melibatkan beberapa sekolah negeri, serta kasus kekerasan siswa senior terhadap adik kelasnya di SMAN 7 Bogor dan terakhir ini kasus balita yang mengidap penyakit Epidermolysis Bullosa (EB),” kata Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti saat dihubungi KM, melalui WhatsApp, Sabtu malam (21/10).

“Namun sangat disesalkan balita tersebut tidak mendapatkan bantuan yang memadai dari Pemerintah Kota Bogor, padahal sang anak merupakan keluarga tidak mampu,” sambungnya.

Menurut Retno, sederet kasus tersebut menunjukan rendahnya perlindungan anak di Kota Bogor. “Tentu saja hal ini sangat disayangkan, karena Bogor memiliki Perda (Peraturan Daerah) dan juga mendapatkan penghargaan sebagai kota layak anak,” tutupnya.

Reporter: Fg/deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*