CBA: Proyek yang Biasa Dijalankan DPR Ladang Basah Bagi Oknum yang Tidak Bertanggungjawab

JAKARTA (KM) – Anggaran biaya pemeliharaan gedung dan bangunan DPR RI setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Tahun anggaran 2016, total anggaran yang dihabiskan untuk biaya pemeliharaan gedung dan bangunan mencapai ratusan miliar.

Menurut Jajang Nurjaman, uang ratusan miliar tersebut dihabiskan untuk membiayai pemeliharaan gedung dan bangunan sebesar Rp60.710.071.945, biaya perawatan peralatan dan mesin sebesar Rp46.576.836.649, serta biaya pemeliharaan lainnya seperti pemeliharaan jalan, jembatan, jaringan, persediaan barang dan suku cadang menghabiskan anggaran sebesar Rp3.680.513.643.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) itu menjelaskan, total uang negara yang dihabiskan untuk perawatan gedung dan bangunan pejabat Senayan tersebut sebesar Rp110.967.422.237.

“Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan biaya pemeliharaan  gedung dan bangunan di tahun 2015 senilai Rp105.149.930.540, berarti ada kenaikan sebesar Rp5.817.491.697,” katanya.

Menurut Jajang, uang ratusan miliar yang dihabiskan untuk merawat seluruh gedung dan bangunan DPR, mulai dari toilet sampai ruang rapat nampaknya belum memuaskan pejabat Senayan.

“Saat ini, setelah mendapatkan guyuran anggaran fantastis untuk tahun 2018 sebesar Rp 5,7 triliun mereka sedang ngotot-ngototnya untuk meloloskan proyek pembangunan gedung baru,” ucapnya.

“Center for Budget Analysis (CBA) menilai jika proyek gedung baru DPR lolos, akan semakin membebani kas negara kedepannya. Selain membebani Kas negara, proyek tersebut berpotensi menjadi ladang atau lahan basah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut bercermin dari proyek-proyek yang biasa dijalankan DPR terkait pemeliharaan gedung selama ini. Contohnya untuk proyek renovasi toilet saja yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 14,4 miliar lebih berpotensi bocor sebesar Rp 500 juta lebih. Dan tidak kalah ngeri lagi dalam proyek penggantian conference system ruang rapat paripurna Gedung Nusantara II dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 32.769.337.000. Dalam proyek ini sedikitnya ada potensi kebocoran sebesar Rp 7,6 miliar lebih,” terangnya.

“Berdasarkan catatan di atas, keinginan DPR untuk meloloskan proyek gedung baru tercium aroma tak sedap. Bahkan jika membandingkan dari kinerjanya selama ini jangankan gedung baru, kenaikan anggaran saja sangat tidak layak,” tutup koordinator CBA itu.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.