Buka Rapimnas KAMMI, Ketua Fraksi PKS Dorong Mahasiswa Agar Miliki Kesadaran Sejarah

Ketua Faksi

JAKARTA (KM) – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-2 yang digelar selama tiga hari (20-22 Oktober 2017) di Kota Serang, Provinsi Banten.

Pembukaan Rapimnas dihadiri Ketua Umum KAMMI Kartika Nur Rakhman dan jajaran Pimpinan Wilayah KAMMI seluruh Indonesia. Hadir juga tamu undangan yakni Wakapolda Banten, Wakil Walikota Serang, Asda III Provinsi Banten, dan Asisten Deputi Kemenpora.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mendapatkan kehormatan untuk membuka secara resmi acara Rapimnas KAMMI II dan menyampaikan orasi kebangsaan.

Dalam orasinya yang penuh semangat bertajuk “Bergerak Jayakan Indonesia” Jazuli Juwaini menekankan kepada peserta bahwa ada dua kesadaran yang harus dimiliki anak muda: pertama, kesadaran sejarah dan kedua, kesadaran sebagai pemimpin masa depan.

“Kesadaran sejarah menjadikan pemuda paham bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, ditopang oleh konsepsi besar, yang lahir dari pemikiran tokoh-tokoh besar, melalui perjuangan dan pengorbanan yang besar,” terangnya.

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, tidak ada bangsa sebesar Indonesia dalam keberagaman dan keseluruhan potensinya. “Tapi bangsa yang beragam ini memilih untuk bersatu meski ada seribu satu alasan untuk bercerai berai. Sayangnya, kebesaran bangsa ini belum berwujud aktual saat ini,” katanya.

“Untuk itu, perlu dimunculkan kesadaran yang kedua yang kesadaran sebagai pemimpin masa depan yang akan mewarisi kebesaran Indonesia dan menjadikannya aktual. Indonesia menjadi negara besar, rakyatnya maju dan sejahtera, serta disegani bangsa-bangsa di dunia.”

“Kesadaran sebagai pemimpin masa depan mengantarkan pemuda pada tanggung jawab untuk mengambil peran, berkontribusi, dan menjadi yang terdepan dalam memajukan negeri,” kata Jazuli, Jumat 20/10, kepada KupasMerdeka.com lewat pesan tertulisnya.

Dalam pidatonya, Anggota DPR Dapil Banten ini juga berpesan kepada aktivis KAMMI agar “menyadari bahwa mereka adalah pemimpin masa depan.”

“Dan karakteristik pemimpin yang paling penting adalah kemampuan untuk bergerak dan menggerakkan orang untuk maju,” sambungnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*