Harry Ara: Pemuda Indonesia Harus Mampu Jadi “Filter” Terhadap Westernisasi

Harry Ara sedang belajar membuat oncom di Bogor Barat (dok. KM) Harry Ara sedang belajar membuat oncom di Bogor Barat (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemuda yang cerdas, pintar, dan pantang menyerah dipercaya sebagai harapan besar bagi bangsa Indonesia untuk merubah menjadi yang lebih baik lagi di masa depan.  Soekarno pernah berkata, “Beri aku 10 pemuda maka akan kugoncangkan seluruh dunia ini”.

Ketua Umum Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU Indonesia), Harry Ara, menilai positif peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 yang oleh pemerintah diberi tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”.

Bung Ara, saapaan hangat Harry Ara menegaskan, perlu menjadi catatan bahwa persatuan yang diharapkan bukan persatuan “semu”.

“Jangan sampai terjadi negara menjadikan pemuda sebagai alat mempertahankan kekuasaan belaka. Namun persatuan Pemuda yang ada harus menjadi energi kreatif dan bisa berkarya nyata buat negeri. Pemerintah punya peran besar untuk memfasilitasi itu. Pemuda haruslah tetap mengangkat budaya nasional dan kearifan lokal, serta yang paling mendasar harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia,” papar Harry.

“Di era revolusi mental saat ini, semangat Sumpah Pemuda 1928 yang didukung Undang -Undang tentang Kepemudaan, harus memberi semangat dan motivasi baru bagi bangsa, khususnya pemuda Indonesia, dalam memperjuangkan eksistensinya sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat,” katanya.

Menurutnya, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pemersatu dan filter yang mandiri terhadap westernisasi yang negatif. Pemuda harus tegas menolak narkoba, korupsi dan perusakan lingkungan hidup serta paham radikalisme juga komunisme.

“Sebaiknya pemuda menjadi garda terdepan dan teladan dalam toleransi antar umat beragama, membangun ekonomi yang berdikari, serta tetap memahami betul history bangsa ini sebagai pijakan dan pelajaran berharga,” imbuhnya.

Ia menilai, jika masih ada sikap apatis pemuda, maka itu menunjukan masa depan bangsa tidak akan cerah, karena masa depan bangsa Indonesia di tangan pemuda Indonesia.

“Pemuda Indonesia harus mampu menjadi teladan dan pemimpin untuk bersama-sama pemuda di seluruh Nusantara bergandengan tangan menghadapi setiap pergumulan bangsa,” pungkasnya.

Reporter: man
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*