Warga Pamijahan Derita Benjolan di Sekujur Tubuhnya, Aktivis Tuding Pemerintah Lalai

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Derita yang dialami Pudin (48) Warga Kampung Limus RT 01/12, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan merupakan salah satu contoh dari ribuan warga Kabupaten Bogor yang tidak terlayani dengan baik haknya sebagai warga negara, yaitu hak mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang pantas.

Pudin mengalami penyakit benjol-benjol di sekujur tubuhnya selama bertahun-tahun tanpa ada pengobatan secara medis. Selain penyakit yang menggerogoti tubuhnya, ketidakmampuan ekonominya pun menjadi pelengkap penderitaan Pudin.

“Lengkap sudah penderitaan yang dialami bapak tersebut. Senyum bahagia mulai terlihat ketika ada teman-teman aktivis mahasiswa yang berkunjung ke rumah bapak Pudin dengan niat membantu masalah yang dihadapinya,” ujar Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Ruhiyat Sujana.

Sementara itu, Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Sabri Maulana Rabu (20/9) bersama mahasiswa lainnya berkunjung langsung ke rumah Pudin menanyakan banyak hal, termasuk mempertanyakan kondisi ekonominya. Dalam kesempatan itu, Pudin pun menceritakan kesehariannya yang bekerja merawat 2 ekor kambing. Itu pun punya orang lain dan berjualan bensin yang penghasilannya rata-rata 25.000 per hari itu juga milik orang. Selain itu, rumah tempat singgah pun tidak punya. Adapun yang didiami sekarang punya saudaranya.

“Setelah mendapatkan informasi lengkap, teman mahasiswa bergegas melakukan pendampingan baik pendampingan penyakit yang dideritanya maupun ekonominya,” kata Sabri.

Sungguh ironis, lanjut Sabri, ketika melihat potret derita si miskin yang dialami Pudin. “Mungkin masih banyak saudara-saudara kita yang lain yang mengalami derita yang sama di wilayah lain di Kabupaten Bogor,” katanya.

“Kecamatan Pamijahan saja yang termasuk wilayah segudang aktivis sosial dan pergerakan masih ada kasus-kasus yang tidak terpantau. Pertanyaannya apalagi kecamatan lainnya?” ujarnya.

“Malu rasa sebagai putra Pamijahan ketika masih ditemukan kasus derita si miskin seperti halnya yang dialami bapak Pudin,” katanya.

Lebij lanjut Sabri mengatakan, di dalam UU sudah jelas bahwa warga tidak mampu (miskin) dilindungi dan dipelihara oleh Negara. “Ketika masih ada warga karena kemiskinannya menyebabkan penderitaan baik kesehatan atau pendidikan, maka Negara/Pemerintah lalai akan tanggung jawabnya,” tegasnya.

Reporter: ATF
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*