TMII Gelar Festival Dalang Bocah Indonesia

Direktur Kesenian dan Budaya Kemendikbud Restu Gunawan (kanan) usai meresmikan Festival Dalang Bocah Nasional 2017, Taman Mini 21/9 (dok. KM)
Direktur Kesenian dan Budaya Kemendikbud Restu Gunawan (kanan) usai meresmikan Festival Dalang Bocah Nasional 2017, Taman Mini 21/9 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Taman Mini Indonesia Indah menyelenggarakan Festival Dalang Bocah tingkat Nasional 2017 yang diadakan di Area Candi Bentar. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 8 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Festival tersebut digelar selama 3 hari, dari 21 hingga 23 September 2017.

Pembukaan Festival Dalang Bocah ini dihadiri Ketua Umum Persatuan Pendalang Indonesia (PEPADI) Kondang Sutrisno, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dari Kemensos Heri Kristianto, Direktur Budaya TMII Drs Sulistyo Joyohadi Kusumo dan Direktur Kesenian dan Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan.

“Pencerahan anak bangsa terhadap pentingnya pendidikan karakter dan pendalaman khazanah budaya Indonesia melalui budi pekerti … di wayang terdapat nilai itu semuanya khususnya sebagai Dalang. Wayang merupakan komponen kebudayaan Indonesia bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung budaya lisan dan tak benda … menjadikan wayang sangat penting untuk dipelajari karena isinya mengandung filosofi hidup manusia,” papar Kondang Sutrisno dalam sambutannya.

Sekretaris PEPADI Husaini memberikan keterangan kepada KM (Dok. KM)

Sekretaris PEPADI Husaini memberikan keterangan kepada KM (Dok. KM)

Husaini sebagai Sekretaris Pepadi turut menambahkan dalam keterangannya pada awak media, “Festival Dalang bocah ini diikuti para pelajar SD-SMP yang berusia antara 8-15 tahun. Para dalang cilik ini sebagai duta yang mewakili provinsi masing-masing dan saya yakin peserta adalah dalang cilik terbaik. Tujuan acara festival ini adalah agar para anak bangsa tidak pernah melupakan keluhuran budaya bangsanya sendiri.”

“Coba teman-teman media bayangkan selevel UNESCO saja mengakui budaya bangsa kita, masa kita malah sibuk ikuti [budaya asing] dan tidak mau lestarikan budaya bangsanya sendiri,” pungkas Husaini.

Reporter: Gie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*