Ribuan Massa Padati Jalan Sudirman-HI dalam “Aksi Damai Peduli Muslim Rohingya”, Serukan Agar Dubes Myanmar Diusir

Mobil Komando pada
Mobil Komando pada "Aksi damai Peduli Muslim Rohingya" di Jakarta, Rabu 6/9 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Konflik yang berkecamuk di negara Myanmar tepatnya di negara bagian Rakhine yang menarget komunitas Muslim Rohingnya menjadi sorotan dunia. Begitu pula di Indonesia yang mayoritas Muslim. Dalam pantauan wartawan Kupas Merdeka, Rabu 6/9 sejak pukul 12:00 WIB  iring-iringan massa yang diprediksi mencapai 300.000 yang terdiri laki-laki, perempuan bahkan anak-anak memadati kawasan Jl. Sudirman hingga Bundaran HI sepanjang 3 kilometer, nyaris menutupi jalan raya.

Tampak perwakilan berbagai elemen masyarakat ikut turun ke jalan, di antaranya Pemuda Pancasila, Majlis Az-Zikra, FBR, HMI, Forum Syuhada Indonesia, Forum RT/RW DKI Jakarta dan FPI.

Nampak dalam barisan massa Aksi Damai Peduli Muslim Rohingnya tokoh-tokoh nasional seperti KH. Abdullah Syafii dan Ustadz Arifin Ilham yang berada dalam mobil komando. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz, yang memantau demo di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat, untuk aksi hari ini, pihaknya telah siagakan sejumlah pasukan pengamanan dari unsur polisi dan juga tentara untuk mengamankan jalannya kondisi demo.

“Kita menyiapkan 5000-6000 orang begitu juga dari teman-teman TNI Angkatan Darat ada beberapa satuan setingkat Kompi,” ujar Irjen Pol Idham Aziz, Rabu (6/9).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham saat memantau unjuk rasa di depan Kedubes Myanmar, Rabu 6/9 (dok. KM)

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham saat memantau unjuk rasa di depan Kedubes Myanmar, Rabu 6/9 (dok. KM)

Aksi yang turut dihadiri oleh sejumlah organisasi masyarakat seperti Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam, Gerakan Masyarakat Jakarta, masih menyerukan hal yang sama dengan aksi-aksi sebelumnya. Mereka menyerukan agar Myanmar membuka matanya untuk menghentikan pembantaian terhadap suku Rohingya.

Idham menuturkan, pihaknya akan terus mengawal jalannya demonstrasi hingga massa merasa cukup untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum. Pengawalan itu pun dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan.

“Harapan kami kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan aksi unjuk rasa agar melaksanakan dengan tertib. Marilah kita bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Massa mulai bergerak menuju kantor kedutaan besar Myanmar secara perlahan pukul 14:00 WIB. Tepat di depan kedutaan besar Myanmar, Ustadz Arifin Ilham mengajak massa yang hadir untuk memanjatkan doa pada Allah Swt agar diberikan kekuatan dan pertolongan menghadapi pembantaian yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap saudara sesama Muslim Rohingnya, serta mendesak pemerintah Indonesia memulangkan Duta Besar Myanmar ke negara asal dan mencabut Duta Besar Negara Indonesia yang berada di Myanmar.

Reporter: Gie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: