Penyaluran Bantuan PKH Kepada Keluarga Miskin di Ciampea Terindikasi Sarat Penyimpangan

Warga memperlihatkan kartu penerima bantuan PKH (dok. jowonews.com)
Warga memperlihatkan kartu penerima bantuan PKH (dok. jowonews.com)

BOGOR (KM) – Presiden Joko Widodo menganggap Program Keluarga Harapan (PKH) efektif mengurangi kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia, namun hal berbeda dirasakan warga di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, saat menerima uang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, dirinya diminta untuk membayar uang “jasa” kepada Kader PKH di desa tersebut. “Saya terima sama seperti kemarin waktu pertama saya dapat, [yaitu] Rp. 1 juta dan langsung saya dipanggil sama orang kader dan beliau ngomong, ‘mau kasih berapa jasa ke saya?’ Langsung saya berinisiatif memberi 70 ribu. Karena yang lain pun ada yang memberi 50 ribu sampai 100 ribu, semuanya bervariasi tergantung kesadaran masing-masing,” katanya saat ditemui KM, Kamis kemarin (28/9).

Kepala Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa PKH sudah berjalan di beberapa Rukun Tetangga (RT). “Kalau di Desa Benteng secara lengkap Program Keluarga Harapan yang sangat mengetahui hanya pihak Kecamatan, karena saya hanya menjalankannya saja,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, mengatakan bahwa dirinya tidak dmenerima bantuan PKH itu. “Makanya bingung kenapa yang lain dapat, saya kenapa tidak? Seharusnya warga kurang mampu seperti kami yang seharusnya dapat program tersebut,” ungkap si ibu yang lagi-lagi meminta agar namanya tidak ditulis.

Menurut Ketua RT 02 RW 05, terkait PKH, dirinya menghadapi kesulitan karena banyak warganya yang tidak mampu, yang tidak mendapatkan program ini.

Dia mengatakan, pernah menanyakan kepada staf Desa Bojong Rangkas soal program tersebut dan seperti apa cara perekrutannya, karena warga masih banyak yang tidak dapat dan mengeluh. “Bahkan RT sebelah hampir semua dapat karena padahal kalau dilihat sebagian warganya masih dibilang keluarga mampu, aneh kan?” ungkapnya.

Sedangkan Sekretaris Kecamatan Ciampea Cecep Imam mengatakan bahwa dirinya “tidak tahu banyak” soal program tersebut. “Sepengetahuan saya program tersebut dikelola sama Maman jadi saya tidak tau lebih jelas program tersebut,” ungkap Cecep.

Namun setelah selang beberapa hari, kupasmerdeka.com mencoba menghubungi Cecep melalui WhatsApp untuk menanyakan kembali, namun tidak ada jawaban dari Sekretaris Kecamatan Ciampea tersebut.

Reporter: Abdul/Ardhi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.