Pembebasan untuk Jalur SUTT, PLN Minta Warga tidak Ngotot Mempertahankan Lahan

Sosialisasi SUTT 150 KV terkait pembayaran tanah masyarakat yang terkena jalur di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga (dok. KM)
Sosialisasi SUTT 150 KV terkait pembayaran tanah masyarakat yang terkena jalur di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sering terjadinya pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Jasinga dan sekitarnya mendorong PLN untuk mengadakan sosialisasi SUTT (Saluran udara tegangan tinggi)150 KV di desa yang terkena jalur SUTT yaitu Desa Curug, Pamagarsari, Sipak dan Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga yang merentang dari Rangkasbitung sampai Bunar Baru, Kecamatan Cigudeg. Pengadaan tanah yang sudah tertuang dalam aturan Program Pemerintah dalam hal pengadaan listrik terus disosialisasikan agar masyarakat menikmati listrik yang lancar.

Hadir pula dalam acara sosialisasi itu Muspika, Camat Jasinga, Kapolsek dan Danramil. Dalam sosialisi yang diadakan di gedung Madrasah Tsanawiyah Desa Sipak, Nunang yang mewakili Camat Jasinga mengatakan agar masyarakat memahami bagaimana pembayaran ganti untung tanah masyarakat yang kena jalur SUTT Rangkasbitung-Bunar, “untuk tidak saling ngotot mempertahankan tanah dan pepohonan untuk dipergunakan jalur SUTT [dan menerima] ganti rugi tanah tersebut. Karena apabila masyarakat mempertahankan tanah tersebut, pemerintah akan tetap melaksanakan Proyek PLN,” tegas Nunang, Senin 11/9.

Jimin Abdul Hamid dari PT. PLN Interkonek Persero lintas Sumatra-Jawa menerangkan, mengenai harga pembayaran tanah, yang menentukan harga tanah masyarakat adalah lembaga appraisal independen yang menaksir harga tanah masyarakat.

Begitupun Kades Sipak Cepi Kerisnawangsa ketika diwawancarai kupasmerdeka.com mengungkapkan bahwa pihaknya “sangat berharap kepada masyarakat untuk tidak saling mempertahankan ego karena ini adalah proyek pemerintah demi kepentingan umum,” pungkasnya.

Reporter: HR
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*