Koramil Cariu Gelar Nobar Film G30S/PKI
BOGOR (KM) – Jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) 2108 Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, melaksanakan perintah Panglima TNI agar seluruh jajaran TNI mulai dari tingkat Kodam sampai tingkat Koramil agar melaksanakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI”. Kegiatan nobar yang diadakan pada Jumat malam 29/9 itu juga dihadiri oleh Camat Cariu Didin Wahidin.
Kegiatan nobar yang dilaksanakan oleh Koramil 2108 Cariu tersebut digelar di lapangan Badak Putih. Tampak hadir pula Kapolsek, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur masyarakat dan OKP-OKP yang berada diwilayah Cariu. Bahkan kegiatan tersebut juga dilaksanakan Koramil 2108 hingga ke tingkat desa melalui para babinsa setempat.
Lapangan bola yang dijadikan tempat nonton bareng tersebut juga terlihat padat oleh warga setempat dan sekitarnya sambil bersila menyaksikan pemutaran film lawas tersebut.
Sebelum pemutaran film G30S/PKI itu dimulai, Danramil 2108 Cariu Mayor Arm Sutrisno, dalam sambutannya mengatakan jajaran TNI bersilaturahmi dengan masyarakat setempat untuk memberikan pelajaran “edukatif” tentang sejarah kelam bangsa ini dengan menyaksikan penayangan film tersebut.
“Semua itu TNI lakukan agar masyarakat dapat mengenang kembali sejarah kelam bangsa ini, jangan sampai terulang kembali dikemudian hari seperti masa lalu tersebut. Dan diharapkan penerus generasi muda juga dapat memetik pemahaman tentang sejarahnya,” pungkas Mayor Sutrisno.
Selain itu, Camat Cariu, Didin Wahidin, juga dalam sambutannya “sangat mengapresiasi” jajaran TNI dalam hal ini pihak Koramil 2108 Cariu dalam menggelar nobar film sejarah bersama masyarakat wilayah disini.
“Dengan adanya nobar film tersebut, masyarakat yang menonton dapat memetik hikmahnya dari peristiwa yang terjadi di masa lalu pada bangsa ini,” ungkapnya.
Camat Didin Wahidin juga berharap tontonan film PKI tersebut agar menjadi “edukasi” bagi masyarakat terutama bagi penerus generasi muda.
Sementara dari tokoh masyarakat Kecamatan Cariu, Ustadz Tohari, berpesan kepada seluruh masyarakat yang menonton film ini terutama dari kalangan pelajar agar nobar ini dijadikan “sarana edukasi untuk dapat memilah dan mengambil hikmahnya.”
“Kejadian adegan kekerasan pada film tersebut yang terdapat unsur kekerasannya agar tidak menirunya, ambil pelajarannya pada sejarahnya,” ujarnya.
Reporter: Yudhi/Red
Editor: HJA
Leave a comment