JIMI Himbau Pihak yang Bertikai di Myanmar Contoh Proses Perdamaian Indonesia-GAM
JAKARTA (KM) – Konflik politik yang berujung saling klaim kebenaran serta korban jiwa di Rakhine, Myanmar, harus segera berakhir. Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Don Zakiyamani, yang menghimbau agar pihak yang bertikai dapat duduk bersama dengan melibatkan pihak ke-3, apakah PBB maupun ASEAN.
“Pemerintah Myanmar dan kelompok bersenjata di Rakhine dapat mencontoh perdamaian di Aceh. GAM-Pemerintah Indonesia berdamai setelah konflik bersenjata berlangsung puluhan tahun. 15 Agustus 2005 pemerintah Aceh dan GAM sepakat berdamai dengan melibatkan pihak lain,” ucap Don di Jakarta, Selasa (5/9).
Menurutnya, pemerintah Myanmar dan kelompok bersenjata harus memikirkan korban arogansi mereka adalah anak-anak dan perempuan. JIMI menilai konflik di Rakhine sangat mirip dengan konflik di Aceh. Bila di Rakhine terjadi genosida maka di Aceh juga pernah terjadi.
Lebih lanjut, dia mengatakan, konflik di Rakhine juga bukan konflik agama maupun etnis, sebagaimana propaganda yang disebarkan. “Konflik di Aceh juga pernah diarahkan menjadi konflik etnis, politik identitas. Namun faktanya berbagai suku dan agama hidup berdampingan di Aceh,” katanya.
“Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) menghimbau semua pihak jangan mudah terbakar dengan foto dan info yang tak benar. Konflik di Rakhine jelas konflik politik dan kekuasaan yang didasari kepentingan ekonomi. Melibatkan pihak pihak ke-3 merupakan solusi sebagaimana Aceh-Jakarta berdamai,” tutupnya.
*Red
ngomong opo koe iki doon..!?
berarti nunggu sunami dulu don, aceh kan damai setelah ada sunami… karena latar blakang itu allah kasih jalan damai. dan sitwasi nya beda doon..
indonesia gak musuhi aceh. kalo miyenmar terang2 musuhi rohingnya. gimana mau damai, karena hati nya berisi permusuhan, kebencian, do…don… ngomong ko kaya kumur2. sampean iku ingektual muda islam. miyenmar harus ada tangan besi yg kontrolnya. akar permasalahan nya cabut dulu, sipenyebar kebencian nya proses dulu, singkirkan dari kekuasaan, baru bisa, kalo engak yg ada kedamayan palsuu.. you know doon…!!?