Harry Ara Janjikan Kepemimpinan Melayani dan “Moal Basa Basi”

Bakal Calon Wakil Walikota Bogor Harry Ara membantu mencuci dandang warga di Sungai Cisadane saat berkunjung ke Kelurahan Pasir Jaya, Sabtu 16/9 (dok. KM)
Bakal Calon Wakil Walikota Bogor Harry Ara membantu mencuci dandang warga di Sungai Cisadane saat berkunjung ke Kelurahan Pasir Jaya, Sabtu 16/9 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Angka kemiskinan di Kota Bogor terbilang masih cukup tinggi, dengan masih banyaknya masyarakat yang hidup di pemukiman yang kumuh dan rumah-rumah tak layak huni.

Hal itu dibuktikan oleh bakal calon (balon) Wakil Walikota Bogor 2018 dari Partai Gerindra, Harry Ara ketika dirinya mengunjungi Kampung Muara Kidul RW 14, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (16/9).

Harry beserta rombongan menyambangi warga satu per satu untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka. Tak hanya itu, Harry pun menyempatkan diri untuk melihat aktifitas pengrajin oncom, sekaligus melihat proses pembangunan Pos Keamanan dan Posyandu dari bantuan Partai Gerindra.

Harry menuturkan, apa yang dilakukannya itu merupakan bentuk kepedulian nyata dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dimana partai Gerindra memiliki program “gerakan Gerindra untuk masa depan yang sejahtera” untuk mewujudkan keinginan masyarakat yang tak tersentuh oleh pemerintah.

“Ini bentuk kepedulian nyata Pak Prabowo dalam program Gerakan Gerindra Masa Depan. Dimana Pak Prabowo ingin membuktikan bahwa dirinya pemimpin bangsa dalam hal ini sebagai pemimpin Gerindra ingin betul-betul merealisasikan, bahwa masyarakat kita di bawah masih banyak yang perlu didukung, baik itu dari segi pembangunan fisik, sumber daya manusia dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu gerakan Gerindra masa depan adalah bagaimana menyentuh beberapa titik di masyarakat yang ada di lapis bawah yang tidak tersentuh oleh anggaran pemerintah.

“Ini langsung diberikan oleh beliau, makanya kita bisa lihat langsung teman-teman dari Hambalang mengerjakan pembangunan Posyandu dan Pos Keamanan,” jelasnya.

Disinggung soal pencalonannya di Pilwakot 2018 dan apa yang harus dilakukan, Harry mengatakan, jika terpilih dirinya akan terus terjun langsung ke masyarakat dan mendengarkan apa yang diinginkan oleh warga. Karena menurutnya pemimpin itu harus bisa melayani warganya dengan baik.

“Seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya pejabat, tapi harus bisa melayani warganya dengan baik. Pada dasarnya pemimpin itu pelayan masyarakat. Jika saya terpilih nanti, saya tetap seperti sekarang ini yaitu turun langsung ke masyarakat. Apalagi kalau sudah terpilih, tentu didalamnya ada anggaran untuk pembangunan, dan anggaran tersebut harus tepat sasaran, seperti pembangunan RTLH, turap, serta kesejahteraan para pelaku UMKM yang ada di Kota Bogor,” kata Harry.

“Ke depan, jelas gaya kepempinan melayani dan moal basa basi akan menjadi spirit leadership jika warga Kota Hujan memberikan amanahnya kepada saya.”

“Jika saya dalam sosilisasi berupaya menjalani aktivitas warga termasuk ketika membantu mencuci dandang nenek Diba di Sungai Cisadane hal itu saya lakukan semata-mata agar ketika menentukan kebijakan kepemimpinan kami ke depan kami punya hati rakyat dan merasakan apa yang di rasakan rakyat di bawah. Terlebih rakyat kecil yang masih perlu banyak pemberdayaan agar mereka mampu bangkit dan mandiri, dan bisa menghasilkan kebijakan publik yang pro rakyat,” pungkasnya.

RED

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*