Analis: Proyek Pembangunan yang Melenceng dari Rencana Awal Patut Diduga Tidak Beres

Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA) (dok. KM)
Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA) (dok. KM)

BOGOR (KM) – Semangat pemerintah untuk membangun infrastruktur di setiap daerah patut diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, asalkan semua itu didukung penuh setiap stakeholder di daerah.

“Sebuah proyek pemerintah dijalankan sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun dan dikonsepkan secara matang. Baik itu satuan kerja yang bertanggung jawab sampai pihak swasta (perusahaan) yang menjalankan proyek,” kata Koodinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, melalui pesan WhatsApp kepada kupasmerdeka.com, Jumat (15/9/).

Menurut Jajang, jika di lapangan ada perubahan, misalnya perubahan lokasi pengerjaan, seharusnya pihak pemerintah daerah (Pemda) melaporkan ke pihak DPRD agar perubahan tersebut bisa diawasi oleh BPK (diaudit). “Jika hal tersebut tidak dilakukan, jelas melanggar prosedur. Karena perubahan lokasi akan berpengaruh terhadap besaran anggaran yang akan digunakan, termasuk volume pekerjaan,” kata Jajang.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam sebuah proyek pemerintahan, idealnya dilaksanakan beberapa tahap. Mulai dari perencanaan dan pengawasan yang melibatkan pihak konsultan, namun terkait lokasi dan anggaran pihak pemerintah yang memiliki wewenang penuh. “Karena setiap proyek pasti berdasarkan kajian yang panjang dari internal pemerintah,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika dalam perjalanannya, sebuah proyek tidak dilaksanakan sesuai rencana awal, biasanya dituangkan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), dan patut diduga ada yang tidak beres, “karena sangat berpotensi terhadap kerugian negara atau keuangan pemerintah yang bersangkutan,” kata dia.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*