Pemprov Banten dan Pemkot Serang Abaikan Nasib Korban Kubah Ambruk di Kasemen
SERANG (KM) – Keluarga Mad Amin (40), korban meninggal dunia yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya tidak dapat tertolong, dan Muhammad Said, Husni, Mujilin, Handayani dan Ipan yang mengalami luka-luka saat bergotong royong memperbaiki Kubah Masjid Jami Al-Muhajirin, Kedaung Leles, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Minggu 30 April 2017, hingga kini belum dapat perhatian Pemerintah Provinsi Banten juga Pemerintah Kota Serang.
Diketahui, musibah yang menimpa warga Kampung Kedung Leles RT 04/05 ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Berawal ketika warga hendak merenovasi kubah masjid karena bocor. Enam warga berinisiatif naik ke atap masjid melalui tiang cor. Diduga sudah lapuk, tiba-tiba kubah masjid ambruk.
RT Mahudi yang juga kakak dari salah satu korban mengatakan, semenjak peristiwa ini terjadi, bantuan yang didapatkan hanya berupa bantuan dari perseorangan, sementara dari instansi Pemerintah belum pernah ada.
“Bantuan dari Pemerintah belum ada, bantuan yang datang hanya dari pribadi saja, itu pun berbentuk material seperti yang diberikan oleh Pak Yandi, anggota DPR RI Fraksi PAN, dan pak lurah juga secara pribadi,†ucapnya.
Dirinya juga menjelaskan, dari awal peristiwa itu terjadi hingga saat ini Camat Kasemen, Subagio, tidak pernah nampak. “Camat hingga detik ini belum pernah bertemu dan menginjakkan kakinya di Kampung Kedaung Leles RT 04/05,†terangnya.
Lanjutnya, semua bantuan yang diberikan untuk korban meninggal dan operasi pada korban luka-luka itu didapat secara pribadi, sedangkan untuk fisik masjidnya didapat dari Kemenag Provinsi dan Kemenag Kota.
“Biaya pengobatan di-backup seluruhnya anggota Dewan Budi Rustandi Fraksi Gerindra dan bantuan dari Kemenag Provinsi sebesar 6 juta sedangkan Kemenag Kota Serang 5 juta,†jelasnya.
Lebih jauh dirinya mengatakan, Kemenag RI juga mengatakan akan memberikan bantuan dengan cara transfer melalui Bank BRI.
“Saya sudah melakukan pengecekan namun kenyataannya tidak ada nominal yang di transfer,†pungkasnya.
Akibat insiden itu, kini Masjid Al-Muhajirin masih membutuhkan banyak material sedangkan para korban yang tertimpa reruntuhan membutuhkan biaya lebih, khususnya bagi korban meninggal, keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan Pemerintah.
Reporter: Ardi Okto
Editor: HJA
Leave a comment