Maestro Harpa Maria Pratiwi Gelar Home Concert Menjelang Ensemble Festival
JAKARTA (KM) – Bagi pecinta alat musik harpa, mungkin tak asing lagi dengan sosok Maria Pratiwi. Ia merupakan salah satu pemain harpa wanita di Indonesia yang berhasil mengembangkan dunia harpa di Indonesia. Dengan mengajar dan melakukan kegiatan konser maupun masterclass dengan pemain harpa dunia, nama Maria Pratiwi semakin dikenal. Setiap tahunnya, ia selalu mengadakan konser minimal 1 tahun sekali dan dikemas dalam bentuk konser tunggal maupun bersama para muridnya. Tahun ini, Maria mengadakan home concert dan sudah membawa murid-muridnya nya ke ajang World Harp Congress di Hong Kong Juli 2017 lalu. Sebelum tampil di ajang Indonesian Ensemble Festival pada 26 Agustus 2017 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Maria Pratiwi Harp School menggelar pre-concert yang dikemas dalam bentuk Home Concert, Minggu (13/8) di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan tahunan dari Maria Pratiwi Harp School. “Kegiatan ini untuk mempersiapkan anak-anak tampil di Ensemble Festival. Kegiatan ini juga menjadi tolok ukur pencapaian para murid dan juga merupakan silaturahmi antar orang tua, guru, dan murid,†imbuh Maria Pratiwi.
Melalui kegiatan tersebut, Maria ingin melatih kepercayaan diri anak-anak muridnya untuk tampil di depan publik. Selain itu juga sebagai bentuk apresiasi Maria Pratiwi Harp School kepada orangtua dan sesama. “Tujuan lainnya adalah melatih kemampuan anak agar dapat berani berekspresi melalui musik supaya tidak demam panggung,†terangnya.
Ada 11 orang yang mengikuti Home Concert dan sembilan diantaranya adalah siswa Maria Pratiwi. Mereka tergabung dalam grup yang dinamakan Maria Pratiwi Harp Ensemble. Selama beberapa bulan terakhir mereka berlatih untuk mempersiapkan Home Concert. Maria bertindak sebagai guru, pelatih ensemble, dan mentor mereka. Ia pun memainkan lagu Handel Concerto for Harp yang merupakan concerto yang dimenangkannya di London tahun 2012.
Pada home concert, setiap siswa memainkan satu sampai dua lagu solo di babak pertama. Sementara pada babak kedua Maria Pratiwi Harp Ensemble tampil membawakan lagu-lagu tradisional indonesia dan lagu-lagu anak. “Lagu tradisional sengaja diselipkan. Tujuannya supaya anak-anak Indonesia mengenal lagu-lagu tradisional Indonesia,” tambahnya.
Pada Ensemble Festival nanti, Maria akan tampil bersama grup asuhannya, Maria Pratiwi Harp Ensemble yang terdiri dari harpist-harpist muda muridnya dan binaan dia. Para siswa juga akan membawakan sejumlah lagu yang bergenre klasik, tradisional, dan pop.
Sebagai musisi harpa, Maria punya mimpi. Ia ingin membangun karier sebagai Solo Harpist di Indonesia yang menampilkan performance harpa sebagai instrumen musik yang bisa berdiri sendiri tanpa harus diiringi. “Karena selama ini harpa masih dianggap sebagai pengiring atau pemanis saja. Aku mau membuktikan bahwa musisi instrumentalist di Indonesia diperlukan dan sebuah acara pun dapat hidup dengan kehadiran musik instrumental tanpa diharuskan adanya Penzance,” tuturnya.
Musisi instrumentalis di Indonesia masih cukup jarang dan kadang kurang dihargai karena tidak adanya lirik lagu. Namun dengan berkiprah sebagai solois harpist, Maria berharap para musisi instrumentalis di Indonesia dapat lebih dihargai seperti musisi dunia lainnya yang bisa berdiri sendiri, seperti Kenny G. dan Dave Koz, yang bisa menghibur dengan membawakan lagu-lagunya sendiri atau lagu orang lain secara instrumental.
Sementara untuk dunia pendidikan, Maria berharap dapat mengembangkan pendidikan harpa di Indonesia dan bisa mengembangkan sekolah harpanya, Maria Pratiwi Harp School. Maria juga berharap Maria Pratiwi Harp Ensemble dapat terus berkarya, melayani sesama dan menyuguhkan performance yang berkualitas. “Serta bisa dinikmati oleh semua kalangan karena musiknya tidak berat. Saya juga berharap murid-muridnya bisa berkompetisi di dunia luar dan aktif mengikuti kegiatan harpa, khususnya di Indonesia,†harapnya.
Reporter: Ardi Okto
Editor: HJA

Leave a comment