KUPAS KOLOM: Satu Tahun Lagi, Seremonial Sejarah Proklamasi HUT RI Ke-73 Pada Hari Jumat Keramat
Oleh: Muhammad Ichsan, Pengamat Sejarah
Hari ini bangsa Indonesia seluruh Nusantara merayakan hari jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-72. Upacara bendera dipimpin oleh Presiden Jokowi, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Hal senada menarik perhatian adalah Perayaan HUT RI ke 72 tahun ini jatuh pada hari Kamis. Ini berdekatan dengan hari Jumat, yang bagi kepercayaan umat Muslim hari Jum’at adalah “penghulu segala hari”. Hanya menunggu setahun lagi sejarah kembali terulang tepat pada hari Jum’at, 17 Agustus 2018 HUT ke-73 Republik Indonesia.
Rakyat Indonesia akan mengulang Seremonial Proklamasi oleh bapak Bangsa Bung Karno kala itu seperti tahun 1945.
Jumat, 17 Agustus 1945 merupakan waktu keramat bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu tonggak baru perjalanan bangsa Indonesia dimulai dengan dikumandangkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno.
Dalam kalender Islam, 17 Agustus 1945 sama dengan 9 Ramadhan 1364 H. Pemilihan tanggal itu sebagai hari proklamasi kemerdekaan dinilai sebagai waktu yang tepat oleh kalangan Islam. Sebab, jatuh pada hari baik yakni Jumat dan bulan suci Ramadhan.
Keistimewaan hari Jumat dan bulan Ramadhan bahkan pernah dijabarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT dalam Al Quran.
“Hari Jumat adalah penghulu segala hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari Jumat ini lebih mulia dari hari raya Idul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari Jumat terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari Jumat juga Adam dimatikan, di hari Jumat terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari Jumat pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari Jumat,” sabda Rasulullah seperti diriwayatkan Ahmad.
Sementara, Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Di bulan itu, semua amal manusia dilipatgandakan dan semua perbuatan baik diperhitungkan.
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS Al-Baqarah: 185)
(via Marsono)
Leave a comment