Kecamatan Pondok Melati Juarai MTQ Ke-19 Kota Bekasi
BEKASI (KM) – Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Kota Bekasi dibuka oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi beserta Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, Selasa 22/8. Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-19 Tingkat Kota Bekasi Tahun 2017 itu digelar di Yayasan Fisabilillah di Jalan Kampung Sawah, Jati Melati Pondok Melati, Selasa-Jumat (22-25/8).
Hari ini Jumat 22/8 MTQ Kota Bekasi ditutup pula oleh Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu. Dalam pantauan KM, acara penutupan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Agama Kota Bekasi H. Mujani, para Kepala OPD, Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan Karang Taruna se-Kota Bekasi.
Dalam penutupan MTQ ke-19 yang terdiri dari peserta yang mewakili 12 kecamatan se-Kota Bekasi, tim juri menentukan Kecamatan Pondok Melati sebagai juara umum, baik dalam Pawai Taaruf maupun MTQ.
Dalam sambutannya Ahmad Syaikhu menyampaikan, “Upaya kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama, sekaligus kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga ingin mewujudkan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang juga ditopang oleh nilai-nilai universal Islam.”
“Utamanya adalah nilai-nilai kesalihan sosial, solidaritas dan toleransi, kita ingin memperkokoh nilai-nilai universal itu sebagai model dari semangat toleransi di kalangan umat,†lanjutnya.
Tema yang diusung, sambung Syaikhu, adalah “Bangun Kedamaian, Rajut Kebersamaan, Jaga Persatuan dan Kesatuan.”
“Maka peningkatan kualitas kehidupan beragama di Kota Bekasi menjadi sangat penting. Dengan kualitas kehidupan beragama yang baik, kita dapat mewujudkan masyarakat berakhlaq mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab serta menerapkan nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai universal ajaran agama,†tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota mengajak kaum Muslim untuk terus meningkatkan pemahaman arti dan makna ayat-ayat suci al Quran dengan benar dan kepada para alim ulama dan tokoh agama agar lebih memberikan pemahaman keagamaan dengan tata cara yang lebih teduh dan toleran.
“Mari kita bangun tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih beradab, termasuk terwujudnya kerukunan antar umat beragama, jika timbul persoalan ikut sertakan masyarakat untuk menyelesaiakan secara musyawarah, santun, berkeadaban serta menjauhi semua bentuk anarki dan kekerasan,” pungkasnya.
Reporter: Gie
Editor: HJA
Leave a comment