BNPB: Masyarakat Harus Punya “Mindset Positif” Terhadap Fenomena dan Bencana Alam
JAKARTA (KM) – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Kapasitas dan Kesiapsiagaan Nasional dalam Menghadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami, Menuju Pembangunan yang Lebih Aman Bencana” di Graha BNPB, Jl. Raya Pramuka, Jakarta, Senin 28/8.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua BNPB Willem Rampangilei menyampaikan pemahaman terhadap resiko bencana, kewaspadaan, kesiapsiagaan dan perubahan cara pandang dan perilaku secara nasional dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi dan tsunami, dari “Ancaman” menjadi “Peluang” untuk kesejahteraan bangsa, perlu ditingkatkan.
Sementara itu, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja mengatakan bahwa bencana kapasitas dan kesiapsiagaan nasional dapat terwujud dengan pelibatan berbagai pihak dalam bersinergi untuk pengelolaan risiko bencana.
Wisnu menambahkan, “kita bersama perlu memiliki paradigma bahwa bencana tidak perlu diratapi, serta mindset positif terhadap fenomena alam yang terakhir dengan dampak korban maupun kerusakan. Pemikiran positif sangat membantu dalam peningkatan kesadaran kehidupan masyarakat dalam living in harmony with disaster,” katanya.
Lebih dari 148,5 juta jiwa penduduk Indonesia atau 62,4% dari total penduduk Indonesia terpapar bahaya gempa bumi dan tsunami. Pengurangan risiko bencana (PRB) gempa bumi dan tsunami mutlak dilakukan demi melindungi masyarakat Indonesia. Perkembangan Penanggulangan bencana ini ditanamkan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan, seperti pemahaman ancaman dan tata kelola risiko bencana.
Reporter: MI/RED
Editor: HJA
Leave a comment