Pemdes Cigombong Ogah Pasang Banner Penggunaan APBDes, Kades: “Kami Tidak Mau Pamer”
BOGOR (KM) – Anjuran pemerintah untuk memasang banner APBDes di seluruh penjuru tanah air tidak serta merta dilaksanakan oleh semua pemerintah desa. Salah satu desa yang tidak memasang banner tersebut adalah Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Tidak dipajangnya papan publikasi tersebut diamini oleh kepala Desa Cigombong. “Pihak desa tidak memasang banner dikarenakan ogah dengan kades lain, saya takut dicap riya, pamer gitu,” ujarnya.
“Kita menunggu desa lain aja, jika mereka sudah pasang, kita akan pasang juga, jadi biar serempak dan kompak,” dalihnya.
Terkait hal ini, Camat Cigombong Basrowi mengatakkan bahwa belum adanya pemasangan banner itu lantaran pihaknya belum mensosialisasikan ke semua kades karena dirinya baru kembali dari ibadah Umroh, ditambah lagi dengan kesibukan-kesibukan acara yang lainnya.
“Mohon maaf mungkin pihak Desa belum memasang banner anggaran APBDes lantaran sayanya belum sempat memberikan himbauan kepada mereka lantaran masih banyak kesibukan-kesibukan lain yang belum selesai, ditambah dengan keberangkatan pergi umroh, tapi insya Allah dalam waktu dekat ini secepatnya akan mensosialisasi kepada semua pihak kepala Desa yang ada di kecamatan Cigombong,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, ketua Aliansi Transparansi Anggaran Nasional, Lucky, menanggapi bahwa ini adalah contoh perilaku kades yang “tak patut ditiru”.
“Aturan dibuat secara umum dan mengikat ke seluruh desa, jadi, tidak harus menunggu desa yang lain juga,” ujarnya.
Kata dia, camat seharusnya sigap untuk mensosialisasikan ke tingkat desa, dan jika camat sibuk, bisa diwakilkan.
“Alasan camat tersebut tidak logika pada saat pemerintahan Presiden Jokowi saat ini, aturan banner penggunaan anggaran diharuskan dipajang kan bertujuan mempublikasikan keterbukaan transparan ke publik, sehingga masyarakat memahami penggunaan dana di desa,” terangnya.
“Alasan kades tersebut juga di luar nalar, kok harus menunggu desa lain, kalau toh kita menjalankan aturan, kenapa ogah dicap sombong?” sindirnya.
Reporter: EF
Editor: HJA
Leave a comment