Kelurahan Tugu Gelar Halal Bihalal dengan Warga dan Tokoh Masyarakat

Lurah Tugu, Syaiful Hidayat, beserta Camat Cimanggis bersalaman pada warga dan RW dan tokoh masyarakat (dok. KM)
Lurah Tugu, Syaiful Hidayat, beserta Camat Cimanggis bersalaman pada warga dan RW dan tokoh masyarakat (dok. KM)

DEPOK (KM) – Kelurahan Tugu pada hari Sabtu 8 Juli 2017 mengadakan acara halal bihalal, yang turut dihadiri  Camat Cimanggis Henry Mahawan, Kasat Binmas Polres Depok AKP Mugito, serta 2 anggota DPRD Kota Depok yakni Sri Utami (PKS) dan Nunung (PPP), serta para tokoh masyarakat yang ikut meramaikan acara silaturahmi yang dilaksanakan di aula kantor Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

“Atas nama pribadi, keluarga serta instansi Kelurahan Tugu, mohon maaf lahir batin. Mungkin ada warga Tugu khususnya yang kurang berkenan atas layanan di kelurahan Tugu ini. Saya sadari kami belum bisa jadi yang sempurna. Namun saya akan terus meyempurnakan setiap kekurangan yang ada menjadi sebuah perbaikan positif,” kata Syaiful Hidayat, Lurah Tugu, dalam sambutannya.

Begitu halnya Camat Cimanggis saat memberikan kata sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Tugu dan Cimanggis pada umumnya, baik selaku pribadi maupun selaku kepala Kecamatan Cimanggis. “Jika ada hal layanan di 6 kelurahan di Cimanggis dan instansi Kecamatan Cimanggis sendiri ada yang tidak memuaskan bagi warga Cimanggis, mohon sudi kiranya bapak dan ibu untuk membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya,” pungkas Henry Mahawan.

Advertisement

Acara ini ditutup oleh tausiah yang dibawakan oleh tokohagama setempat, Ustad Muhammad Soleh Ali, yang mengajak kepada seluruh warga Tugu, khususnya yang beragama Islam, untuk terus menjalin tali silaturahmi dan melebarkan rasa maaf satu dengan yang lainnya, karena di dalam tubuh manusia tidak ada yang sempurna.

“Kesempurnaan itu milik Allah SWT. Yang terpenting adalah antara pemimpin dan yang dipimpin harus siap saling mengisi satu dengan yang lain dari kekurangan tersebut. Miniaturnya ada di dalam shalat berjamaah saat imam melakukan salah maka kewajiban makmum yang mengerti untuk mengingatkan imam, dan seorang imam tidak boleh egois saat diingatkan oleh seorang makmum ketika bacaan atau rokaatnya terjadi kesalahan. Itulah gambaran dari sebuah rasa saling mengingatkan antara satu Muslim dengan yang lainnya,” papar Ustad Sholeh.

Reporter: Gie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: