Jadi Balon Walikota Bogor, H. Nanang Usung Program Penataan PKL dan Kesejahteraan Warga

H. Nanang Sunarya, bakal calon Walikota Bogor 2018 (dok. KM)
H. Nanang Sunarya, bakal calon Walikota Bogor 2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi berbagai permasalahan di Kota Bogor, serta penanganan yang kurang maksimal bahkan terkesan sebagai benang kusut sehingga permasalahan yang ada tak kunjung selesai membuat Nanang Sunarya bertekad untuk ikut maju dalam pemilihan Walikota Bogor pada 2018 mendatang.

“Program yang akan kami benahi apabila terpilih menjadi Walikota Bogor adalah terkait dengan penanganan lalu lintas, Pedagang Kaki Lima ( PKL) serta memperhatikan nasib anak-anak yatim piatu yang perlu mendapat perhatian kita dengan cara menyisihkan gaji kita 50% untuk digunakan kegiatan sosial,” ungkap Nanang ketika ditemui kupasmerdeka.com kemarin, 23/7.

“Dalam upaya membantu para pedagang kaki lima, kami akan memberikan keringanan dengan cara selama 6 bulan mereka tidak akan dipungut biaya sebelum para pedagang memiliki pelanggan dan para pedagang wajib membawa karung untuk tempat sampah, sehingga sampah tersebut dapat dibawa pulang atau dibuang kepada tempatnya yang sudah disediakan,” jelasnya.

Masih menurut Nanang, apabila nanti terpilih, dia akan membuka pintu “selebar-lebarnya” bagi siapapun yang ada kepentingan untuk bertemu dengan Walikota. “Tidak akan ada kesulitan, gak perlu ada istilah birokrasi, ajudan atau protokoler. Bahkan rumah dinas pun akan kami gunakan sebagai sarana pengajian bagi ibu-ibu, bapak-bapak, maupun pemuda,” tuturnya.

Advertisement

“Bagi saya, kesejahteraan warga masyarakat menjadi prioritas utama, saya cukup datang ke kantor dan pulang diantar, serta tidur di rumah seperti biasa, tidak ada istilah istimewa dan ini akan kami buktikan apabila terpilih nanti. Masyarakat cerdas dan pintar tentunya memilih orang yang tepat untuk memajukan Kota Bogor, bukan hanya janji akan tetapi realisasinya secara faktual bisa dibuktikan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, “Bogor sehat artinya bebas dari bau sampah, Bogor Bermartabat artinya Bogor disegani dan dihormati oleh daerah lain, Bogor bersahabat artinya segala sesuatu program melalui proses persuasif/pendekatan secara kekeluargaan seperti contohnya penertiban dari berbagai permasalahan yang perlu kita benahi,” pungkasnya.

Reporter : bule
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*