Warga Depok Jaya Desak Pembongkaran Tower BTS Di Wilayahnya

Kiri ke kanan: ketua RW 1, ketua RW 2, Lurah, Babinsa, Iswandono saat menyampaikan aspirasinya pada pertemuan warga, Senin 8/5 (dok. KM)
Kiri ke kanan: ketua RW 1, ketua RW 2, Lurah, Babinsa, Iswandono saat menyampaikan aspirasinya pada pertemuan warga, Senin 8/5 (dok. KM)

DEPOK (KM)Berdirinya tower BTS di area Masjid Nurul Iman RT 01/01 Depok Jaya semakin memancing kemarahan warga. Sebagaimana dalam pemberitaan sebelumnya, hal ini terjadi disebabkan karena proses pembangunan tower BTS tersebut tanpa ada sosialisasi kepada warga dan aparatur setempat serta sarat dengan pelanggaran hukum karena tidak mengantongi perizinan dari Kelurahan hingga Kecamatan setempat.

Akibat perselisihan yang terjadi antara warga setempat dengan PT. Daya Mitra Telekomunikasi selaku pihak pengembang Tower BTS, maka pihak RT setempat berinisiatif mengadakan forum pertemuan warga di aula RW 01 Kel. Depok Jaya pada hari Senin sore lalu tanggal 8 Mei 2017.

Pertemuan yang digagas tersebut berhasil menghadirkan perwakilan dari pengembang yaitu Erna, Maulana Nasution dan Agustinus Yulianto. Hadir juga warga beserta RT dan RW 01, Lurah setempat Mahindra serta perwakilan dari Babinsa.

“Kami menuntut agar tower BTS segera dibongkar karena membuat hidup kami jadi was-was dan selalu mengungsikan anak cucu kami saat turun hujan,” ujar ibu Nandang Hernadilaga, pemilik rumah yang lokasinya persis disamping tower BTS.

Advertisement

“Pokoknya harus dibongkar, titik…” sambut Iswandono warga yang juga rumahnya dekat dengan tower.

Mahindra, lurah setempat yang juga hadir mengatakan, “Saya terserah warga saya saja, jika mereka minta dibongkar ya harus dibongkar, karena ujung tombak saya ya warga itu sendiri.”

Sementara dari pihak pengembang menyampakan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi dalam proses pembangunan tower dan akan meminta kepada pihak perusahaan agar BTS tersebut dibongkar. ” Kami mohon maaf yang sebesarnya kepada hadirin semua, dan akan kami sampaikan permintaan pembongkaran ini kepada atasan kami,” ujarnya.

Saat didesak warga kapan BTS itu akan dibongkar, pihak PT Daya Mitra Telekomunikasi kembali menjawab, “kami minta waktu 14 hari kerja untuk memberikan jawaban,” ujar Erna selaku marketing.

“Berarti kita tinggal menunggu 14 hari lagi untuk mendapat jawaban,” kata ketua RT 01 sekaligus moderator pertemuan tersebut, Berlian. Pertemuan tersebut ditutup tepat saat berkumandangnya adzan maghrib.

Reporter: Gie-Ajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: