Pulang Awal dari Penyambutan Raja Arab, Bocah SD Jadi Korban Pelecehan Seksual

Sejumlah aktivis GMNI mendampingi korban pelecehan seksual saat membuat laporan kepolisian (dok. KM)
Sejumlah aktivis GMNI mendampingi korban pelecehan seksual saat membuat laporan kepolisian (dok. KM)

BOGOR (KM) – Anggota Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Komite Miskin Kota, Desta Lesmana, bersama sejumlah aktivis GMNI lainnya melakukan pendampingan korban penculikan dan pelecehan seksual yang terjadi kepada salah satu siswi Sekolah Dasar yang terletak di Gang Aut, Kota Bogor, saat mengikuti penyambutan Raja Salman beberapa hari yang lalu.

Saat itu korban dengan inisial FN, salah satu siswi kelas 5, meminta izin pulang lebih awal, namun pihak guru tidak ada yang mendampingi. “Salah seorang pria menghampiri korban dan mengaku teman ayah si korban,” ungkap Desta menceritakan kronologis kejadian penculikan dan pelecehan tersebut kepada Kupas Merdeka.

Advertisement

Terus, lanjut Desta, pria yang diperkirakan berumur 50 tahun itu mengajak korban ke arah Rancamaya, dan disanalah korban mendapatkan pelecehan seksual.

“Kami menyayangkan pihak sekolah tidak maksimal melakukan pendampingan, hingga penculikan dan pelecehan seksual ini bisa terjadi. Kami berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini hingga selesai dan menangkap pelakunya,” pungkasnya. (RED)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: