GMNI Kecam RSIA Ummi Atas Penahanan Jenazah Bayi

Aktivis GMNI menemui orangtua dari almarhum bayi yang jenazahnya sempat ditahan oleh RSIA Ummi karena belum menyelesaikan biaya administrasi (dok. KM)
Aktivis GMNI menemui orangtua dari almarhum bayi yang jenazahnya sempat ditahan oleh RSIA Ummi karena belum menyelesaikan biaya administrasi (dok. KM)

BOGOR (KM) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bogor mengutuk keras tindakan RS Ummi yang menyandera jenazah pasien bayi sampai 25 jam, “hanya karena belum bisa menyelesaikan biaya administrasi.”

Dikatakan Desta Lesmana selaku Presidium GMNI  Komite Miskin Kota, kepada Kupas Merdeka, “Padahal mereka tahu, orang tua dari almarhum bayi tersebut termasuk golongan menengah ke bawah. Untuk melunasi biaya administrasi sebesar sebelas juta lima ratus ribu rupiah, bukanlah hal mudah.”

“Harusnya pihak RS Ummi bisa memberikan toleransi, jangan sampai jenazah bayi tersebut malah ditahan hingga 25 jam, jadi tidak terkesan pihak manajemen RS Ummi dengan tega dan tidak berkeprimanusiaan menahan jenazah bayi sampai 25 jam. Tindakan tersebut adalah bentuk penghianatan terhadap Pancasila dan UUD 45 dan kami akan melakukan gerakan tegas terhadap rumah sakit tersebut,” ujar Desta dengan nada geram.

Sementara itu, kedua orang tua alm. bayi, Arifin dan Ina Rosanti asal Kp. Bulak, RT 01/05, Kelurahan Tanah Sareal merasa kecewa terhadap RS Ummi, dan sampai saat ini terlihat masih shock dengan kejadian yang sudah menimpa almarhum anaknya tersebut. (RED)

Komentar Facebook

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.