SMAN 1 Bantul Bangun Masjid, Ruang dan Lab Pendidikan Agama Islam

Kepala Sekolah SMAN 1 Bantul Dra. Hj. Titi Pratiwi Sariningsih MPd saat memberikan keterangannya pada KM (dok. KM)
Kepala Sekolah SMAN 1 Bantul Dra. Hj. Titi Pratiwi Sariningsih MPd saat memberikan keterangannya pada KM (dok. KM)

BANTUL (KM) – Selain berprestasi, SMA Negeri 1 Bantul juga terus berkembang dan melakukan ekspansi sesuai gagasan sang kepala sekolah Dra. Hj. Titi Prawiti Sariningsih, MPd. Kini pihaknya tengah menggarap pembangunan masjid berikut ruang Pelajaran Agama Islam dan Lab Agama Islam di dalam kompleks sekolahnya. Proyek tersebut hingga kini masih berlangsung.

“Sejak Bu Titi menjabat, banyak sekali kemajuan yang pesat. Bahkan beliau kalau sudah punya keinginan dia maksimalkan benar-benar dan ia jaga secara kulitas mutunya. Nah kita semua yakin masjid ini akan selesai dengan karakter beliau yang memaksimalkan usahanya,” ujar salah satu staf TU di SMAN 1 Bantul.

Tujuan pembangunan tersebut dijelaskan lebih dalam oleh Kepsek Titi saat ditemui KM pada Kamis 2/2. “Saya memiliki niatan membangun masjid, mengingat jumlah siswa kami yang Muslim 880 orang, belum lagi dengan para guru dan staf TU. Tujuan  pembangunan masjid tersebut untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dengan ruhani seluruh keluarga besar SMA 1 Bantul. Karena masjid tersebut tidak hanya untuk kebutuhan ibadah ritual saja namun di lantai atasnya akan dibuatkan untuk ruang PAI [Pendidikan Agama Islam] juga Lab Agama,” jelasnya.

Bangunan Masjid SMAN 1 Bantul yang akan dibangun berlantai 2 (dok. KM)

Bangunan Masjid SMAN 1 Bantul yang akan dibangun berlantai 2 (dok. KM)

Alwi sebagai ketua pembangunan asjid menjelaskan, luas bangunan masjid itu 21×21 meter dan diperkirakan memakan anggaran sebesar 2,4 miliar rupiah, yang sebagian besarnya merupakan sumbangan sukarela.

“Luas bangunan masjid ini 21×21 meter. Diperkirakan bangunan ini membutuhkan biaya secara total 2,4 M. Atas dasar musyawarah orang tua siswa bersama dewan sekolah, kepala sekolah dan seluruh karyawan juga guru-guru, maka disepakati adanya [penggalangan dana] sumbangan kepada orang tua siswa yang bersifat sukarela, lalu pada guru serta karyawan yang Muslim khususnya, sumbangan dengan potong gaji namun melalui surat pernyataan kesanggupan dan kerelaan yang harus ditandatangani oleh mereka,” jelas Alwi.

Ia juga berharap agar instansi swasta dapat ikut serta membantu menyumbang dana untuk pembangunan gedung baru itu. “Kita pun hasil musyawarah sepakat bahwa akan mengajak pihak donatur dari luar baik perorangan maupun instansi perusahaan swasta bila diantara mereka ada yang mau ber infaq jariah kami panitia siap menyalurkan amanah para donatur yang dipastikan untuk pembangunan masjid di sekolah ini,” katanya.

Dalam pernyataan terpisahnya, Alwi berharap melalui KM agar para pembaca, terutama perusahaan-perusahaan besar dan BUMN yang berada di wilayah DIY, bisa turut berkontribusi, “karena di dalamnya ada dana CSR. Hal tersebut semoga bisa jadi perhatianya” tutup Alwi. (Gie/Dega)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.