Sentra Industri Kreatif Tas di Sleman Simpan Rezeki Bagi Sri Pamudji

SLEMAN (KM) – Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai sebuah kesultanan dengan Keratonnya, namun dikenal pula dengan industri kreatif yang diukir oleh masyarakatnya. Sebut saja wilayah kabupaten Sleman, tepatnya di Desa Niten, kecamatan Nogotirto, sebuah desa dimana terdapat sentra industri kreatif tas.

Inovasi inilah yang dikembangkan oleh Hj. Sri Pamudji, pengrajin tas rajut asli Yogyakarta saat ditemui KM di workshop nya di wilayah Nogotirto Sleman, Rabu 1/2.

Menurut ibu anak tiga itu, dirinya pada awalnya hanya iseng saat waktu luang ketika masih bekerja. “Iseng mas waktu masih kerja di PT. Taspen. Eh ada temen sekerjaan minat dan beli, dia bilang bagus. Tas ini terbuat dari benang nilon, talikur, benang katun, ritsleting, manik-manik, dengan harga bervariatif 150 ribu – 600 ribu. Sekarang kurang lebih sudah 17 tahun geluti pesanan tas rajut ini. Dengan model yang bervariatif bahkan bisa pesan sesuai model saat ini,” pungkas Sri.

Advertisement

Menurut H. Sadimin, suami Sri Pamuji, “istri saya senang berinovasi dengan tujuan ya mengisi kelonggaran waktunya, apa lagi sekarang sudah pensiun. Produk ini dikasih nama S. Pam Collection (Sri Pamudji). Saat kita masih tinggal di Komplek DDN Pondok Gede Bekasi, pemesannya hanya kalangan kantor Taspen. Tapi sejak 2011 pindah ke Sleman, pemesan malah bertambah sampai ke luar pulau Jawa seperti Gorontalo, Jakarta, Bengkulu dan lain-lain,” jelasnya.

Ia mengatakan, istrinya juga mengajarkan kerajinan tersebut kepada ibu-ibu di lingkungannya. “Sering juga istri ngajarin ibu-ibu lingkungan RT dan RW. Tapi karena ini butuh kesabaran, sepuluh yang diajarin yang mau nerusin cuma satu,” ujar Sadimin, yang tinggal bersama istrinya di Niten RT07/12 Jalan Puntodewo No. 139, Desa Nogotirto, kecamatan Gamping. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: