Sebut Sebagai “Agen Jablay”, Ratusan Penjaga Vila Puncak Ancam Demo Kadisperindag
BOGOR (KM) – Pernyataan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi yang menuai kontroversi saat  menghadiri acara Musrenbang Kecamatan Cisarua beberapa waktu lalu, membuat kesal ratusan penjaga vila di kawasan tersebut.
“Pernyataan pak Dace dianggap telah melecehkan profesi kica-kica dengan mengatakan pasukan kedip sebagai agen jablay. Pernyataan itu, telah menyinggung pekerja mengedip baterai yang berjumlah hampir 340 orang, padahal mereka hanya mengantar tamu ke vila, penginapan dan home stay,†kata Ketua Penggerak Pariwisata (Kompepar) wilayah Puncak, M Teguh Mulyana alias Bowie kepada kupasmerdeka.com, Sabtu malam (18/02/2017).
Kata dia, rata-rata tamu yang diantar berpasangan, keluarga dan berkelompok. Jadi tidak ada sajian prostitusi yang ditawarkan.
“Saya mewakili kica-kica, pekerja kedip, merasa tersinggung dengan pernyataan pak Dace yang menyebutkan pekerja kedip sebagai agen jablay,†tegas Bowie.
Lanjut Bowie, pernyataan Dace yang dianggap dapat memicu konflik langsung direspon pekerja kedip dengan rencana untuk melakukan aksi demo ke kantor Disperindag.
Salah satu penjaga vila kica-kica, Heri mengatakan, bahwa apa yang dikatakan Dace telah membuat pekerja kedip tersinggung. “Saya tidak terima dengan statement yang mengatakan kami dikaitkan dengan jablay, karena kami bukan germo,†teriak Heri.
Begitupun pekerja vila kica-kica lainnya mengatakan, pernyataan itu merendahkan pekerjaan penjaga vila. “Kami semua cari uang sampai subuh untuk kasih makan anak istri, jangan merendahkan pekerjaan orang lain dong,†ungkap mereka.
Untuk melengkapi pemberitaan, Kepala Disperindag Kabupaten Bogor Dace Supriyadi belum berhasil di konfirmasi. (dedi/pend)
Leave a comment