Program “Swadaya Murni” Desa Padaluyu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
CIANJUR (KM) – Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang di bawah administrasi Neng Susilawati, memiliki program “Swadaya Murni” sejak tahun 2006. Ketika ditemui di ruang kerjanya Senin, 30 Januari 2017, dalam pemaparannya ia menyampaikan, “Swadaya Murni yang saat ini ada itu sudah berjalan cukup lama dari masa sebelum kepemimpinan saya. Dari tahun 2006 program tersebut itu sudah ada, tapi kurang begitu efektif. Di tahun 2008 program tersebut kembali dirilis sesuai perdes (peraturan desa), dan hasilnya bisa berjalan sesuai harapan hingga sekarang,” jelasnya.
Program yang sudah lama berjalan ini diyakini Neng Susilawati akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Adapun yang dimaksud Swadaya Murni masyarakat di desanya adalah iuran untuk pemeliharaan Garda K3 sebesar Rp. 1000 per minggu setiap KK kecuali jompo dan orang yang betul-betul tidak mampu. Uang dari iuran tersebut digunakan untuk membayar upah pekerja, yang saat ini memilili 5 orang pekerja yang terdiri dari 2 penyapu jalan, 1 pemotong rumput dan 2 petugas saluran parit/selokan. Pelaksanaannya meliputi jalan desa dan jalan bina marga yang ada di wilayah tersebut. Tidak hanya itu, ada juga bantuan biaya kesehatan, seperti ketika ada yang membutuhkan ambulans akan digratiskan atau untuk yang tidak menggunakan ambulans akan diberikan uang Rp. 75.000, dan apabila ada yang harus dibawa ke luar kota, pihak desa pun siap membantunya, dengan catatan harus ada rujukan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Ditemui di salah satu ruas jalan, KM bertemu dengan Dodo dan Maesaroh, petugas Garda K3 yang sedang menyapu di jalan desa Padaluyu. “Saya sudah bekerja selama 4 tahun menjadi petugas kebersihan jalan dan lingkungan di desa Padaluyu dengan upah 20.000 per hari sampai jam 12:00 WIB. Alhamdullilah kepala desanya langsung yang memberikan perintah kepada saya untuk melaksanakan tugas ini”, ucap Dodo.
Menurut sang Kades, alasan kenapa program swadaya murni masyarakat bisa berjalan kali ini adalah adanya transparansi dari pihak desa dengan masyarakat dalam penggunaan anggaran Swadaya Murni ini.
“Setiap RT harus betul-betul memahami kinerjanya dari mulai melayani masyarakat sampai penggunaan dana anggaran yang ada di ke-RTan, begitupun staff pemerintahan desa,” sambungnya.
“Saya berharap, program yang ada di desa kami ini bisa menjadi percontohan untuk desa-desa yang sedang berkembang terutama untuk desa tertinggal untuk meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya dan memiliki nilai lebih,” tambahnya. (mukhlis/shandi)
Leave a comment