Pokja Wartawan Kota Bogor Bahas Sumber Daya Jurnalis

BOGOR (KM) – Kelompok Kerja (pokja) Wartawan Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk membahas  sumber daya jurnalis dan program agenda lainnya.

“Selain membahas tentang SDM wartawan, juga membahas masalah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/RT) organisasi,” jelas Ketua Pokja Wartawan Kota Bogor, H. Ahyar Matondang kepada kupasmerdeka.com saat raker di ruang rapat 1 Balaikota Bogor, Minggu (26/02/2017).

Ahyar mengakui bahwa sumber daya bagi jurnalis sangat penting, karena  di era globalisasi para jurnalis dituntut memiliki kompetensi di bidangnya.

“Artinya teman-teman jurnalis harus paham dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) termasuk menaati kode etik jurnalistik. Agar ketika bertugas dapat menjaga  serta  menghindari norma-norma negatif,” tegas Ahyar.

Kata Ahyar, perangkat hukum wartawan merujuk  pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, dimana pasal 18 menyebutkan bahwa wartawan harus independen, berita akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk.

Advertisement

“Ada 11 poin dalam kode etik wartawan Indonesia yang harus ditaati,” jelasnya.

Sementara  Sekjen Pokja Wartawan Kota Bogor, Budi Dalimunthe berharap, pokja dapat membangun paradigma baru dengan meningkatkan etos kerja.
“Intinya pokja harus lebih eksis, lebih disiplin agar timbul kepercayaan dari Pemkot Bogor dan masyarakat.  Juga membahas program pokja untuk 5 tahun kedepan,” harap Budi.

Walikota Bogor yang diwakili oleh Asisten Dua (Asda),  Arif Budianto mengatakan, bahwa di masa sekarang peran media sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dimasa keterbukaan informasi publik.
“Masyarakat sekarang sangat haus informasi yang disajikan para jurnalis. Tentunya informasi yang akurat dan benar,” kata  Budi saat memberi kata sambutan  sekaligus membuka raker pokja wartawan Kota Bogor. (Razik)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: