Lapangan Upacara Becek dan Berlumpur, Smpn 2 Tamansari Harapkan Perhatian Disdik Bogor

Kerja bakti di SMPN 2 Tamansari, meratakan lapangan yang berlumpur (dok. KM)

BOGOR (KM) – Keinginan untuk meningkatkan sarana dan prasarana tentu menjadi impian setiap kepala sekolah dimana mereka memimpin. Hal tersebut guna memacu dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anak didiknya. Namun pada prakteknya hal tersebut cukup sulit untuk diwujudkan karena berbagai hal.

Seperti SMPN 2 Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Melalui komite sekolah yang bekerjasama dengan pihak sekolah mencoba mengajak wali murid bergotong royong untuk meratakan tanah agar bisa di pakai upacara dan lapangan serba guna.

“Lahan yang dijadikan tempat lapangan upacara harus diratakan agar para siswa-siswi merasa nyaman dalam pelaksanaan upacara. Juga agar bisa dijadikan lapangan serba guna seperti lapangan basket atau lapangan futsal, karena kami belum memiliki lapangan buat berolah raga,” kata Kepala Sekolah SMPN 2 Tamansari, Agus Nanang Sugiana, SP.d kepada Kupas Merdeka.

“Jika musim hujan seperti sekarang sudah pasti para siswa merasa tidak nyaman karena tanah kotor menempel di sepatu, bahkan tak jarang ada juga yang jatuh karena tanah menjadi licin,” ungkap Agus.

Lanjut Agus, adanya peraturan yang tidak memperbolehkan pihak sekolah meminta sumbangan kepada murid dengan dasar apapun mendorong pihaknya untuk mencoba mengundang para orang tua wali murid untuk meratakan tanah, namun yang datang hanya sedikit.

“Tadinya kami berharap para orang tua ada rasa memiliki, sehingga seluruh orang tua wali mau untuk terjun langsung meratakan tanah. Kan kalau banyak orang mah pasti cepat beres tanah diratakannya, cuma ternyata yang datang cuma segelintir saja,” terangnya.

Lebih lanjut Agus berharap, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan bisa memperhatikan keinginan pihaknya memiliki lapangan serba guna.

“Terima Kasih kepada orang tua wali murid yang sudah hadir untuk mengikuti kegiatan kerja bakti. Bagi ora g tua wali yang belum hadir di tunggu kehadirannya pada minggu berikutnya, karena rencananya kerja bakti masih terus berlanjut selama 9 kali di setiap hari minggu,” pungkas Agus. (KN)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*