Bupati Bogor Pastikan Parung Miliki RSUD

Bupati Bogor bersama Muspika Parung di kantor kecamatan baru (dok. Irfan/KM)
Bupati Bogor bersama Muspika Parung di kantor kecamatan baru (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan bahwa pihaknya memaklumi setiap kebutuhan serta keinginan dari masyarakat akan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Bogor Utara yang hingga saat ini belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sehingga ditargetkan dalam tahun ini hal tersebut segera diwujudkan.

“Kita akan bangun RSUD, sudah ada feasibility study [uji kelayakan],” ujarnya kemarin saat ditemui awak media di sela-sela peresmian gedung baru kantor Kecamatan Parung, Jumat 10/2.

Ia juga menambahkan bahwa sementara menunggu pembangunan RSUD direalisasikan, penguatan pelayanan kesehatan di puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Bogor akan lebih dioptimalkan sehingga masyrakat dapat terlayani secara maksimal.

“Sementara ini sebelum ada RSUD, saya akan memberikan penguatan terhadap peningkatan pelayanan dasar di Puskesmas [dengan membuka] tempat perawatan inap. Dari 40 kecamatan, 33 sudah kita selesaikan, sisanya tinggal 7 lagi dan semoga tahun depan sudah selesai,” tambah Nurhayanti.

Terpisah, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Erwin Suriana, membenarkan hal tersebut. Tahun 2017 ini, tim feasibility study akan menyelesaikan kajian uji kelayakan tempat dan hal lainnya yang menyangkut realisasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah Bogor utara.

Advertisement

“Benar, tim sudah bergerak turun ke lapangan melakukan serangkai uji kelayakan terutama lokasi alternatif bagi bangunan RSUD,” ucapnya saat dihubungi oleh awak media, Minggu 12/2.

Erwin juga menambahkan, selain melakukan kunjungan survei ke berapa lokasi lahan yang akan menjadi tempat bangunan RSUD, timnya juga melakukan kajian beberapa hal lainnya seperti aksesibilitas, ketersediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum dan penentuan lokasi yang terjangkau untuk setiap kecamatan.

“Tim feasibility study juga melakukan kajian dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait ketersediaan tenaga medis seperti dokter, perawat dan dokter-dokter spesialis lainnya, karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Erwin juga membenarkan pernyataan bupati akan penguatan pelayanan dasar di puskesmasdi setiap kecamatan, termasuk melakukan kerja sama pelayanan kesehatan dengan berbagai rumah sakit pemerintah maupun non pemerintah di wilayah utara Kabupaten Bogor.

“Beberapa rumah sakit swasta, contohnya RS Insani, RS Dompet Dhuafa, RS Sentosa saat ini sudah menerima pasien pemegang kartu BPJS, sementara dengan rumah sakit Hassan Toto (RSAU Atang Sandjaja) sudah dilakukan kerj sama yang lebih bersifat menyeluruh,” tutupnya. (Irfan Damar Sinaga)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: