Aktivis Tuding Kadisdik Bogor Tutup Mata dan Telinga Terhadap Penyelewengan Anggaran di Sekolah

Kepala Sekolah SDN Barengkok 2, Jasinga, menghitung uang BSM yang hendak diserahkan kepada orangtua siswa usai mengakui dirinya menyelewengkan dana tersebut untuk "operasional sekolah" (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB), Ruhiyat Sujana, melihat banyaknya persoalan di dunia pendidikan yang terjadi di lapangan disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan, baik pembinaan maupun penindakan. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi ketika pembinaan dan pengawasan berjalan dengan baik.

Hingga kini, masih kerap ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas pendidikan baik masalah pungli atau lainnya. Salah satu contoh, kasus dana BSM SDN Barengkok 02, Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, yang dengan sengaja dipakai oleh oknum Kepala Sekolah dengan alasan untuk biaya operasional kegiatan sekolah.

“Gimana kualitas pendidikan bisa terwujud, gimana moralitas peserta didik bisa terbangun ketika para petugasnya tidak memberikan contoh dan hal ini terkesan adanya pembiaran dan membudidaya di dunia pendidikan,” tegas Ruhiyat.

Ruhiyat mendorong agar Kadisdik bersikap tegas dan copot jabatan Kepala Sekolah yang nakal. “Kadisdik dan UPT jangan tutup mata dan telinga terkait banyaknya oknum-oknum Kepala Sekolah yang menyelewengkan anggaran, atau jangan-jangan sengaja ikut menikmati juga,” tegas Ruhiyat menambahkan kepada Kupas Merdeka, Selasa (14/2), di kediamannya di bilangan Pamijahan. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.