Aktivis Nilai Bupati tidak Serius Tanggapi “Kejahatan Lingkungan” PT. JDG

Surat Bupati Bogor yang ditujukan kepada pimpinan PT. JDG tidak bernomor (dok. KM)
Surat Bupati Bogor yang ditujukan kepada pimpinan PT. JDG tidak bernomor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyelesaiakan masalah antara Petani Ikan Pamijahan dengan PT. JDG dinilai terkesan setengah hati dan tidak serius. Hal tersebut terlihat dari surat Bupati yang diterima oleh perwakilan petani ikan yang dikirimkan oleh dua orang pegawai pemkab Bogor.

Dari dua surat yang diterima, surat yang pertama bernomor 503/832/DLH tertanggal 31 Januari 2017 yang dikirimkan kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral, sementara surat yang kedua tidak memiliki nomor maupun tanggal, yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Jaya Dinamika Geohydroenergy (JDG).

“Bupati terkesan main-main dan tidak serius. Dalam isi suratnya pun terkesan sumir,” tegas Ruhiyat Sujana, salah satu aktivis yang juga putra daerah Pamijahan, menanggapi surat Bupati yang diterima oleh Paguyuban Petani Ikan kepada KM, Rabu (8/2).

Tembusan Surat Bupati ke JDG yang diterima oleh perwakilan petani ikan Pamijahan, Rabu 8/2 (dok. KM)

Tembusan Surat Bupati ke JDG yang diterima oleh perwakilan petani ikan Pamijahan, Rabu 8/2 (dok. KM)

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor tanggal 26 Januari 2017 sebelumnya, Tim 9 yang dibentuk oleh Pemkab Bogor yang terdiri dari berbagai instansi merekomendasikan ganti rugi dan penutupan PT. JDG dengan batasan waktu.

“Sementara dalam surat tersebut, Bupati tidak mencantumkan batasan waktu, baik ganti rugi maupun penutupan, dan anehnya surat Bupati tersebut masih bersifat rekomendasi, bukan keputusan yang bersifat final. Bupati Nurhayanti tidak punya nyali,” ketus Ruhiyat.

Senada, aktivis Bogor Iman Sukarya juga menanggapi tindakan tersebut dengan sinis. Ia menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memiliki niat serta itikad yang baik.

Sementara itu, Asep Rendra yang juga ikut melakukan advokasi terhadap para petani ikan Pemijahan mengatakan, “saat ini, telah terjadi kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT JDG, dimana ekosistem dan bio hayati yang ada di kali Cianten punah. Maka tidak ada pilihan lain bagi Pemkab Bogor kecuali untuk segera melakukan penutupan demi menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Pamijahan,” ujar aktivis bertubuh gempal ini. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.